Sabtu, 8 Agustus 2026

Industri Jasa Keuangan Sulteng Tumbuh Positif, Sinyal Perekonomian Daerah Mulai Pulih

Kepala OJK Provinsi Sulteng Gamal Abdul Kahar. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALU–  Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan positif Industri Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah yang tercermin dari peningkatan indikator-indikator keuangan di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank (IKNB).

Periode bulan November 2021 secara year on year, aset bank umum tercatat sebesar Rp50,34 triliun, mengalami peningkatan 12,50 persen. Peningkatan dimaksud juga diikuti oleh peningkatan kinerja perkreditan yang tercermin dari kenaikan penyaluran kredit sebesar 17,13 persen menjadi Rp36,34 triliun dengan risiko kredit yang terpantau relatif stabil pada rasio NPL 2,35 persen. Kinerja penghimpunan dana juga mengalami peningkatan tercermin dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,20 persen menjadi Rp28,87 triliun.

Di sisi lain, di tengah tekanan pandemi COVID-19, posisi November 2021 secara year on year industri BPR masih dapat mempertahankan kinerjanya tercermin dari nilai aset sebesar Rp2,66 triliun (-0,87 persen), kredit sebesar Rp2,32 triliun (-0,75 persen), dan DPK sebesar Rp1,08 triliun (+9,98%). Risiko kredit juga masih terpantau dalam kondisi relatif stabil pada rasio NPL 1,35 persen.

Di sektor pasar modal, posisi bulan November 2021 secara year on year, OJK mencatat peningkatan jumlah investor yang cukup fantastis berdasarkan data single investor identification (SID) dari 12.833 menjadi 31.554 atau mengalami peningkatan 145.88 persen. Nilai kepemilikan saham juga tercatat mengalami peningkatan yang signifikan dari Rp255,46 miliar menjadi Rp488,04 miliar (+91,04 persen). Sejalan dengan peningkatan investor dan nilai kepemilikan, transaksi saham juga meningkat 50,14 persen dari Rp445,50 miliar menjadi Rp668,88 miliar.

Di sektor industri keuangan, posisi November 2021 secara year on year, piutang perusahaan pembiayaan meningkat 27,94 persen secara year on year dari Rp3,07 triliun menjadi Rp3,93 triliun dengan rasio NPF yang relatif rendah 1,93 persen.

Peningkatan piutang dimaksud diikuti pula oleh peningkatan jumlah kontrak dari 212.920 menjadi 303.300 (+42,45 persen). Kinerja asuransi jiwa juga meningkat berdasarkan nilai penghimpunan premi dari Rp293,90 miliar menjadi Rp324,00 miliar (+10,24 persen) serta beban klaim dari Rp238,68 miliar menjadi Rp278,46 miliar (+16,67 persen).

Namun demikian, kinerja asuransi umum masih tertekan tercermin dari pertumbuhan negatif penghimpunan premi dari Rp158,05 miliar menjadi Rp129,07 miliar (-18,34 persen), serta beban klaim dari Rp64,56 miliar menjadi Rp44,63 miliar (-30,87 persen).

Peningkatan kinerja Industri Jasa Keuangan melalui berbagai indikator di atas mencerminkan pemulihan perekonomian dampak COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah telah berjalan sesuai track yang diharapkan.

Oleh karena itu, OJK memproyeksi tren peningkatan kinerja industri jasa keuangan masih akan berlanjut seiring dengan pemulihan sektor riil yang didukung oleh keberlanjutan kebijakan stimulus perekonomian, re-opening aktivitas ekonomi secara bertahap, percepatan vaksinasi, dan penurunan tingkat penyebaran COVID-19.

OJK terus berkomitmen melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka pemerataan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah melalui berbagai macam inisiatif, program kerja, dan stimulus di sektor jasa keuangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang baik selama ini dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, instansi terkait, dan pelaku industri jasa keuangan sehingga berbagai kebijakan yang dikeluarkan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar, dikutip dari siaran pers OJK, Kamis (30/12/2021).

“Berbagai insiatif dan kebijakan dimaksud memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, sehingga visi Bapak Gubernur “Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah Lebih Sejahtera dan Lebih Maju” dapat terlaksana dengan baik demi pemerataan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital