Minggu, 9 Agustus 2026

Program Indonesia Pintar Kurang Diminati? Ini Buktinya

Siswa SD belajar dalam kondisi terbatars

BANYUMAS, PE – Sebanyak 8.242 siswa jenjang SMP di Kabupaten Banyumas, Jateng, tidak mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2016.

Kepala Seksi Pengendalian Mutu Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taufik Widjatmoko mengatakan, dari data Kemdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah untuk jenjang SMP siswa yang menerima program PIP di seluruh Indonesia mencapai 4.797.073 siswa.

Namun, hingga akhir tahun hanya 1.921.243 siswa yang mencairkan.

“Prosentase yang dicairkan masih sangat rendah hanya 40,05 persennya saja,” katanya.

Taufik menjelaskan siswa yang belum mencairkan memang hampir terjadi di seluruh Indonesia. Sebagian juga bermukim di wilayah tertinggal terluar dan terdepan (3T).

Menurut Taufik, karena masih sedikitnya yang mencairkan, pemerintah pusat mengeluarkan himbauan dengan nomor 07/D2/KU/2017, 08.1/D3/KU/2017, 08/D4/KU/2017, 006/D5.5/KU/2017.

Surat tersebut berisi perpanjangan masa pelayanan pencairan dana PIP 2016 sampai 30 Juni 2017.

Menurut Taufik, merujuk pada surat tersebut, dijelaskan kepada pihak bank penyalur untuk terus berkoordinasi dengan tim direktorat untuk meningkatkan pelayanan pencairan dana PIP bagi siswa di wilayah yang masih banyak siswa yang belum mencairkan.

“Misalnya dengan membuka toilet khusus dan memperpanjang waktu pelayanan bagi siswa penerima dana PIP dan mendatangi sekolah-sekolah yang masih terdapat siswa yang belum mencairkan. Pencairan PIP 2016 ditarget sudah dapat mencapai 100 persen pada 30 Juni mendatang,” katanya.

Menurut Taufik, penyebab belum dicairkanya dana PIP memang bermacam-macam.

“Dimungkinkan karena siswa penerima PIP pindah ke sekolah di luar wilayah Kabupaten Banyumas, siswa yang bersangkutan tidak mengetahui waktu pencairan PIP, meninggal dunia atau yang bersangkutan merasa sudah tidak pantas untuk menerima dana PIP,” tutup Taufik.

(yda/acd/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital