Rabu, 12 Agustus 2026

Kemandirian Pangan: Mungkinkah…?

Muhd Nur Sangadji/ foto: Ist/PaluEkspres

Makanan itu, identitas bangsa. Tapi, lebih mikro lagi, identitas satu komunitas dalam sebuah bangsa. Dia, mewakili diversitas. Mengikuti agroklimat yang berbeda-beda secara alamiah. Kesalahan besar kita adalah menyamakannya. Padahal, kita punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Jadilah Indonesia sebagai bangsa beras.

Inilah pangkal soalnya. Makanan dari banyak penduduk kita yang tersimpan dalam lumbung alam bernama tanah. Jenisnya, umbi-umbian. Dipaksa naik ke permukaan bernama padi-padian. Begitu juga yang terlindung dalam batang-batang sagu yang tumbuh berumpun dan kokoh. Ditebang habis untuk sawah dan kebun sawit. Ini semua adalah problem hulu, untuk kepentingan konsumsi nasi dan minyak goreng. Di sektor hilir pun kita bermasalah.

Dua pengalaman di hilir, saya gunakan sebagai lanjutan tulisan ini. Pertama, kejadian pada tahun 1994 di kota Lyon Perancis. Kala itu, saya pergi belanja di toko Exotik yang menjual produk pertanian Afrika dan Asia. Saya menemukan banyak sekali produk Afrika dan Asia terutama, Thailand, ada di sini. Mencoba temukan produk Indonesia, saya hanya menemukan kaleng kecil sekali bertuliskan Sambal Ulek. Pikir ku, syukurlah ada sambal yang mewakili Indonesia di sini. Ternyata, kaleng itu bertuliskan “Made in Holland”.

Pengalaman kedua, terjadi tahun 2008 di kota Melbourne. Di sini saya jadi saksi, bagaimana kesalnya seorang ibu rumah tangga asal Indonesia kepada menteri pertanian kita. Waktu itu kementerian ini dijabat oleh Anton Prihantono. Ibu itu berkata begini. “Pak menteri apa yang telah kita buat, sampai kirim daun pisang saja kita tidak mampu”. Di pasar-pasar kota Melbourne ini, saya beli daun pisang asal Thailand dengan harga yang lumayan mahal”.

Kalau Eropa berjarak sekitar 15 jam penerbangan. Maka, Australia relatif 3 sampai 6 jam saja. Tapi, kedua jarak yang menyolok ini, produk pertanian dari negeri Gajah putih itu, membanjiri pasar. Dan kita, tidak. Lalu, apa yang perlu kita belajar, untuk tidak bertanya, apa yang salah dengan kita..? Perlu kajian komprehensif. Tapi, di tulisan ini, saya urus aktor dan ruang nafkah saja dahulu. (Bersambung).

(Penulis adalah Associate Profesor bidang Ekologi Manusia di Faperta Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia