Orang Dekat PM Inggris Mundur, Gara-gara Terungkap Ke Publik berpesta Saat Lockdown

  • Whatsapp
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson (Jeremy Selwyn / POOL / AFP)/ jawapos

PALUEKSPRES,INGGRIS– Lima pegawai Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson memilih mundur hanya 24 jam setelah laporan awal penyelidikan Sue Gray terkait pesta-pesta di Downing Street No 10 saat lockdown tahun lalu terungkap ke publik.

Mereka yang mundur antara lain, Kepala Staf Dan Rosenfield, Sekretaris Pribadi Martin Reynolds, Direktur Komunikasi Jack Doyle, dan Kepala Kebijakan Munira Mirza dilansir Jawapos Selasa (8/2/2022).

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson langsung menunjuk dua pejabat baru. Johnson menunjuk Menteri Kabinet Steve Barclay untuk menjadi kepala staf perdana menteri. Jabatan direktur komunikasi diserahkan kepada Guto Harri. Dia dulu adalah mantan koresponden BBC dan penasihat Johnson ketika masih menjadi wali kota London.

“Perubahan ini akan meningkatkan cara kerja di Downing Street No 10, memperkuat peran kabinet dan rekan-rekan saya di parlemen, serta mempercepat misi kami untuk menaikkan level negara,”ujar Johnson seperti dikutip BBC.

Dia juga mempertimbangkan untuk melakukan perubahan lebih lanjut pada tim utamanya. Tokoh-tokoh senior Partai Konservatif mendesak Johnson agar mengubah susunan kabinetnya.

Pasca pengumuman, Barclay mencuit bahwa penunjukannya adalah suatu kehormatan. Namun, bagi beberapa pihak, langkah Johnson dipertanyakan. Jonathan Powell, mantan kepala staf Tony Blair, mempertanyakan bagaimana Barclay bisa melakukan peran itu saat masih menjadi anggota parlemen. Dia menggambarkan posisi Barclay saat ini hanya sebagai pekerjaan penuh waktu.

Pos terkait