Minggu, 30 Agustus 2026

Jangan Sepelekan Doa Anak Kecil

H. Sofyan Arsyad. Foto: istimewa

Tanpa sadar, tidak jarang orang tua suka melepas tanggung jawab. Ketika anak malas shalat kita berdalih, “Biarkan saja, toh jika sudah baligh dan menikah, dia sendiri yang akan memikul dosanya. Pertanyaannya, apakah semasa kanak-kanak kita merasa pernah mendidik mereka untuk disiplin shalat?

Diriwayatkan, ada seorang anak meronta-ronta saat digiring ke neraka. “Ya Allah, kenapa cuma aku yang digiring ke neraka, sementara orang tuaku bersenang-senang di surga. Saya tidak sudi ke neraka kalau tidak bersama mereka,” protesnya. Ia telah menyiapkan pledoi/pembelaan. “Benar, semasa hidup saya banyak berbuat dosa, dan patut menerima hukuman. Tetapi Tuhan mesti adil. Orang tua saya juga harus dihukum. Karena mereka berjasa membuat hidup saya berlumuran dosa. Sejak kecil, saya tidak pernah dididik mengenal agama. Saya tidak pernah di sekolahkan ke madrasah atau taman pengajian. Karena itu, hari ini saya berhak menuntut orang tuaku ikut dihukum akibat kelalaian mereka.”

Jujur, tanpa sadar kita terkadang berlaku tidak adil dalam proses pendidikan anak. Terjadi dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Ketika rapor pelajaran bahasa Indonesia/matematika anak merah, kita kontan marah. Celakanya, tak nampak sedikitpun kecemasan jika hingga dewasa anak kita belum bisa mengaji atau malas shalat.

Setali tiga uang. Begitu hasil Ujian Nasional (UN) jeblok dan diumumkan, masyarakat gempar. Pemerintah ikut-ikutan panik. Tetapi ketika hasil penelitian menyebutkan sekian persen pelajar dan mahasiswa tidak bisa baca Al Qur’an, semua pihak tenang-tenang saja.

Kita juga lebih rela membayar guru kursus aritmatika atau bahasa Inggris ratusan ribu rupiah, daripada menginfakkan 15.000 rupiah sebulan untuk guru mengaji anak-anak kita. Padahal yang dipelajari sama-sama ilmu bermanfaat. Baca tulis Al Qur’an bahkan komplit, berguna di dunia dan akhirat.

Lalu, mengapa harus dibedakan? Apakah kita lupa jika guru aritmatika dan guru mengaji, sama-sama manusia. Mereka punya mulut dan perut yang tiga kali sehari minta diisi. Mereka juga punya isteri dan anak-anak yang mesti diberi nafkah. Ironisnya diskriminasi itu terkadang berlanjut saat hendak memilih anak mantu. Calon mantu berlatar belakang pendidikan umum terkadang diperlakukan lebih istimewa. Berbeda dengan calon mantu seorang ustadz.
Di sini, terlihat kecerdasan intelektual lebih diutamakan dibanding kecerdasan spiritual. Padahal sebuah penelitian berkesimpulan, kecerdasan intelektual hanya 20 persen berperan dalam kesuksesan seseorang. Paling dominan adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tapi faktanya, terkadang orang tua lebih rela merogoh puluhan juta rupiah untuk sebuah kursi di sekolah favorit. Sekalipun masuk ”lewat jendela”.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam