Sabtu, 8 Agustus 2026

Soal Jual Beli Jabatan di Pemprov Sulteng, Ini Pandangan Birokrat Senior, Konsultan FAO PBB

Sulawesi Tengah Diharap Berbenah
Sulawesi Tengah Diharap Berbenah. Dr Hasanuddin Atjo/ Foto: istimewa

“Dari sinilah asal mula untuk mengisi kotak jabatan tidak lagi bisa utuh menggunakan cara cara baku.”

Terindikasi bahwa tidak sedikit ASN yang terlibat dalam proses kampanye mendukung kandidat tertentu secara terang terangan. Padahal ketentuannya tidak diperkenankan. Dan biasanya ASN seperti ini yang “lompat jendela” dan mempengaruhi proses rekruitmen.

Berkaitan dengan memerangi isu kasus jual beli jabatan di sejumlah tempat, Atjo berpendapat bahwa setidaknya ada beberapa upaya yang harus dilakukan agar bisa kembali kepada mekanisme baku pengisian kotak jabatan.

Pertama, yaitu harus dibangun maupun disepakati komitmen yang kuat antara pemilik hak usung dan pemilik hak suara serta kandidat kepala daerah untuk memiliki visi sama membesarkan daerahnya.

Dan sejumlah kasus menunjukkan bahwa upaya ini masih sulit untuk dilaksanakan antara lain demokrasi bisa berlangsung baik jika PDRB Per kapita minimal USD 6.000,- sementara itu PDRB masyarakat Indonesia di tahun 2021 mendekati USD 4.000,-. Apalagi di wilayah timur.

Karena itu kata Atjo, program meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi sangat strategis. Dan ini tentunya berkaitan dengan kualitas pejabat eselon yang direkrut. “Salah rekrut dapat dipastikan tidak bisa berharap banyak bagi sebuah perubahan. Dan ini yang harus menjadi perhatian utama,” ujar Atjo.

Reformasi birokrasi dinilai Atjo tidak berjalan semestinya. Bahkan reward terhadap ASN dengan pemberian remunerasi berupa tunjangan kinerja, tukin dinilai tidak berdampak terhadap peningkatan kinerja.
“Bahkan terindikasi tukin sangat terbatas peruntukannya untuk meningkatkan skill maupun knowledgenya. Dan lebih kepada hal yang sifatnya konsumtif.”

Penegakan disiplin seperti pemotongan tukin karena tidak maksimal melaksanakan tugas dinilai kurang berhasil. Dan terkesan ada “persekongkolan” untuk melawan kebijakan pemotongan itu.

Kedua, maksimalkan peran OPD mulai proses perencanaan hingga implementasi. Peran pendamping yang direkrut kepala daerah tentunya diperlukan, guna memperkuat percepatan penyelenggaraan pemerintahan.

“Namun lingkup kerja pendamping harus dengan batas yang jelas sesuai aturan dan ketentuan yang ada agar tatakelola oleh OPD mampu dilaksanakan sesuai harapan. Jangan sampai OPD ogah-olahan melaksanakan tupoksinya.”

Ketiga, record atau catatan terkait potensi akademik setiap ASN harus mulai dibenahi agar dalam proses Baperjakat mengisi kotak jabatan telah memiliki landasan yang kuat melahirkan pejabat eselon yang profesional sesuai dengan harapan reformasi birokrasi.

Assesment tahunan bagi ASN jadi penting, harus dilakukan secara konsisten agar bisa berkelanjutan meskipun membawa konsekuensi biaya yang tidak sedikit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan mendasar tatakelola penyelenggaraan pemerintah salah satunya ada di SDM.

Mengakhiri wawancara ini, Atjo mengatakan bahwa semua ini sifatnya gagasan jangka panjang dan kembali berpulang kepada bagaimana proses lahirnya seorang kepala daerah dalam proses Pilkada.
(aaa/PaluEkspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital