Jumat, 18 September 2026

Aset Tadulako Yang Melapuk

Karena, hanya generasi yang tahu berterima kasih dan menghargai jasa jasa pendahulu yang akan bertindak mulia. Merawat aset yang diwariskan oleh pendahulunya. Mereka tidak akan "sampai hati" membiarkannya melapuk. Penulis Muhd Nur Sangadji/ Foto: istimewa

Oleh Muhd Nur Sangadji

Sewaktu main tenis di lapangan tenis Universitas Tadulako, kampus bumi bahari, saya tergoda memotret. Tergoda, karena objek ini begitu akrab dengan kehidupan akademikku. Dia penanda (landmark) yang nyaris terlupa. Kendati oleh warga Kampus Universitas Tadulako sendiri.

Seperti lagu pusara tak bernama lantunan groups band Black Brother. Tapi, yang ini masih ada namanya. Terbaca jelas. Universitas Tadulako. Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia meresmikan saat itu. Ditandatangani oleh Prof Dr. D. A. Tisna Amidjaya, Direktur jenderal Pendidikan Tinggi. Itulah kata kata yang tertulis di prasasti yang menandai kampus Tadulako berdiri sebagai Universitas Negeri pada 18 Agustus 1981.

Baca juga : gubernur-dorong-untad-kembangkan-pendidikan-khususnya-gempa

Di belakang prasasti itu, ada Gedung Rektorat. Itulah gedung rektorat pertama ketika status negeri diletakkan. Inilah universitas negeri satu satunya di Sulawesi Tengah saat itu. Di gedung ini, Profesor Matulada meletakan kewibawaan dan keadaban kampus Tadulako. Tradisi intelektual dibentuk. Di sinilah pula, tempat kebanggaan sekaligus wadah berkumpulnya kaum ilmuan di punggung lembah tanah Kaili.

*****

Puluhan tahun aset ini tertidur pulas. Seperti kuburan. Tidak ramai lagi orang menziarahinya. Sebagian mereka sekadar lewat. Namun, tidak singgah untuk menengok lama. Padahal, tempat ini dahulu kala, sangat ramai bersemarak. Di tempat ini pula, saya secara pribadi diterima tanpa test. Oleh Rektor pertama saat berstatus negeri itu. Menjadi mahasiswa fakultas pertanian universitas Tadulako.

Baca juga : anleg-dprd-sulteng-nilai-ada-pembiaran-peti-di-parimo

Kampusnya sangat sederhana. Tapi values yang ditanamkan para guru berkarakter mulia itu, sangatlah agung. Kebanyakan guru guru ini hanya mengendarai motor tua saat ke kampus.

Mereka ikut membesarkan kampus ini dengan merangkak. Saat ini, sebagian besar mereka telah tiada. Andaikan mereka hidup kembali. Dan, menemukan fakta tentang tabiat kaum yg diberi amanah mengelola kampus ini. Mereka pasti menangis menyaksikan para oknum pengelola, menyulap diri mereka menjadi penjarah aset kampus.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad

Di sebelahnya ada aula, tempat pertemuan pertama. Di tempat ini, Bapak Samsuddin Hi Halid mengumpulkan mahasiswa baru penerima beasiswa yang masuk tanpa tes. Kala itu, Bulan Mei tahun 1982. Saya ada dalam kumpulan mahasiswa baru itu. Satu satunya kawan dalam deretan yang masih saya ingat adalah Baharudin Hi Hasan. Memori ku tak sanggup lagi mengingat mereka yang lain.

Baca juga : anggota-dprd-diminta-dahulukan-agenda-dewan

Di Aula ini juga, saya pernah mendebat Kolonel Zainal Palaguna. Komandan KOREM 732 Tadulako yang kemudian menjadi gubernur Sulawesi Selatan. Kami para ketua Senat mahasiswa Universitas Tadulako terlibat diskusi dengan beliau. Diskusi agak panas saat bicara premis peran tentara dalam peristiwa penembakan Bromocorah. Zaman itu, Panglima ABRI adalah Jenderal LB Murdani. Pokoknya, gedung gedung itu menyimpan cerita yang sama tua dengan fisiknya yang kian remuk.

*****

Baca juga : /38861/jangan-biarkan-k2-berjuang-sendiri

Sekarang tahun 2022. Artinya, sudah 41 tahun, berpijak dari tahun dalam prasasti pengresmiannya. Pada umur yang mencapai setengah abad itu, gedung gedung itu masih ada. Tapi, kalau dia manusia, pasti menderita karena di biarkan terlantar.

Ingatanku tertuju saat mengunjungi Universitas Kassesart di Bangkok Thailand, tahun 2019. Saya menyaksikan bagaimana kampus itu memelihara sejarahnya untuk diteruskan kepada generasi mereka. Kampus itu membangun gedung khusus, dua lantai. Itulah museum yang menyimpan semua benda peninggalan sejarah sejak berdirinya hingga saat ini. Benda sekecil pisau dan parang. Pacul, skop dan bahkan, baju yang dikenakan rektor pertama dan para tokoh saat universitas itu di bangun. Tersimpan rapi dan terawat apik. Itulah salah satu gedung yang paling bersih dan steril untuk menjamin keawetan dari benda benda sejarah itu.

Baca juga : antara-harapan-dan-tantangan

Semogalah generasi baru Universitas Tadulako, ada kewarasan untuk menjaga aset sejarah mereka yang tersisa. Mengapa penting ? Karena, hanya generasi yang tahu berterima kasih dan menghargai jasa jasa pendahulu yang akan bertindak mulia. Merawat aset yang di wariskan oleh pendahulunya. Mereka tidak akan “sampai hati” membiarkannya melapuk. ***

(Penulis, Associate Profesor bid Ekologi Manusia, Pengajar MK Pendidikan Karakter dan Antikorupsi di Faperta Universitas Tadulako)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam