Rabu, 12 Agustus 2026

Panti Asuhan di Rumah Sendiri

Panti Asuhan di Rumah Sendiri
Panti Asuhan di Rumah Sendiri

Oleh Muhd Nur Sangadji

Panti Asuhan di Rumah Sendiri. Sudah sangat sering terjadi. Ada banyak mahasiswa dan orang tuanya mengirim kabar sedih. Tentang ketidakmampuan membayar uang kuliah pada semester berjalan. Banyak terpaksa cuti karena tidak menemukan solusi. Banyak lainnya harus berhenti permanen.

Sebagian mahasiswa ini bekerja serabutan untuk biaya kuliah. Ada yang menjadi buruh bangunan. Ada pula sebagai tenaga kerja di bengkel dan tempat cuci mobil. Sebagian lagi mau jadi karyawan di toko atau restoran dan lainnya. Banyak juga dari mereka berbagi kamar tidur. Saya mendapat kabar satu kamar untuk tiga mahasiswa. Miris mendengarnya. Tapi, itu fakta yang tersaji.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad

*****

Cerita yang begini tidak baru. Sekolah adalah perjuangan. Dari dulu sudah begitu. Banyak orang sukses sekarang, adalah mahasiswa yang sangat menderita pada saat kuliah. Namun, kalau kita bisa meringankan, mengapa kita tidak bertindak menolong ? Dan, mereka yang paling dekat peluang membantu adalah para guru dan karyawan di perguruan tinggi tempat anak-anak kita belajar.

Ingat cerita dulu-dulu. Kala itu, era tahun 80-an. Hampir semua rumah tangga di kota Ternate memiliki anak tinggal yang berasal dari pulau pulau seputaran Halmahera. Maklum karena hanya di Ternate ada sekolah menengah pertama dan atas. Universitas hanya satu. Pun, berstatus swasta. Sebagian besar tidak bertalian keluarga.

Baca juga : Gubernur Sulteng: Perusda Harus Berani dan Tidak Takut

Di Palu pada era itu, kata isteri ku. Ayah dan Ibunya menampung anak-anak tinggal hampir 40-an orang. Semogalah menjadi amal bagi beliau berdua di alam sana. Mereka anak-anak ini pastilah punya dinamika kesusahan hidupnya masing-masing.

*****

Untuk semua kesulitan anak anak kita ini, mari kita ambil prakarsa. Saya yakin, banyak yang sudah melakukan. Namun belum menjadi gerakan. Katakanlah, tiap dosen atau pegawai ambil 1 sampai dengan 5 mahasiswa dan mahasiswi kurang mampu. Bayangkan kalau ini terjadi. Hitunglah jumlah dosen dan pegawai di setiap perguruan tinggi. Angkanya bisa mencapai 1000 sampai 3000 bahkan lebih. Artinya, bila semua mau bertindak mulia. Kita bisa selamatkan minimal 1000 sampai dengan 3000 mahasiswa untuk sedikitnya 1 mahasiswa tiap keluarga. Atau, bisa maksimal 15.000 ribu mahasiswa untuk 5 mahasiswa tiap keluarga.

Angkanya sangat fantastis. Beasiswanya tidak kentara (un disquise scholarship). Tapi boleh jadi, jumlahnya bisa setara dengan beasiswa yang diberikan secara konvensional oleh negara atau swasta.

Tidak percaya? Mari kita hitung. Satu anak yang tinggal bersama kita. Dia sudah tidak bayar uang kos, air, listrik dan internet. Begitu juga uang makan pagi, siang dan malam. Bila uang domisili dan fasilitasnya sekitar 600.000 per bulan. Kemudian, uang makan rata rata 30.000 per hari atau 900.000 per bulan. Maka total per mahasiswa sekitar 1.500.000 per bulan. Dikalikan 5 mahasiswa, maka angkanya mencapai 7.500.000 rupiah. Ini hitungan normal atau nilai ubinan dalam istilah pertanian.

*****

Angka 7.500.000 tersebut tentu lebih tinggi dari gaji dosen golongan IV A, berjabatan lector kepala atau Associate Profesor. Tapi, pasti konversi ini tidak begitu persis dalam fakta keseharian. Walaupun patokan harga adalah standar. Analogi berfikirnya sama dengan kita kontrak rumah, tapi kita tidak tempati karena sedang ada di luar kota. Namun, uang sudah harus dibayar. Anggaplah tiap bulan kita sumbang ke panti asuhan tanpa terasa. Karena, panti itu ada di rumah kita sendiri.

Selebihnya adalah nilai kebaikan. Mungkin Tuhan telah mencatat pahala kita pada standar 7.500.000, padahal pengeluaran kita tidak mencapai angka tersebut. Apalagi kalau didorong keyakinan bahwa setiap pemberian akan dilipatgandakan oleh Ilahi. Lihatlah: satu benih yang kita tanam, dikembalikan oleh Allah melalui tanah dalam bentuk pohon bercabang cabang. Dan setiap cabang memberikan satuan, puluhan dan ratusan buah yang dapat membentuk lagi, benih baru.

Dan, benih baru kali ini adalah manusia bernama mahasiswa. Satu waktu yang telah ditetapkan. Mereka, para mahasiswa ini akan lahir sebagai sarjana baru yang kelak akan memproduksi kebaikan secara berjenjang. Maka saya mengajak. Mari kita jadikan ini sebagai gerakan untuk menyelamatkan generasi dengan menjaminkan mereka tetap sekolah. Boleh jadi, mereka adalah keluarga dekat kita. Bahkan, yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita sama sekali. Dengan begitu, kita telah membangun panti asuhan minimalis di rumah kita sendiri. Tentu, tidak resmi, tapi fungsinya berjalan. Semoga langkah kecil ini memberi berkah. Amin yaa Rabb..🤲👌🏻

(Penulis adalah Assoc Prof Bidang Ekologi Manusia, pengajar mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia