Rabu, 2 September 2026

Panti Asuhan di Rumah Sendiri

Panti Asuhan di Rumah Sendiri
Panti Asuhan di Rumah Sendiri

Oleh Muhd Nur Sangadji

Panti Asuhan di Rumah Sendiri. Sudah sangat sering terjadi. Ada banyak mahasiswa dan orang tuanya mengirim kabar sedih. Tentang ketidakmampuan membayar uang kuliah pada semester berjalan. Banyak terpaksa cuti karena tidak menemukan solusi. Banyak lainnya harus berhenti permanen.

Sebagian mahasiswa ini bekerja serabutan untuk biaya kuliah. Ada yang menjadi buruh bangunan. Ada pula sebagai tenaga kerja di bengkel dan tempat cuci mobil. Sebagian lagi mau jadi karyawan di toko atau restoran dan lainnya. Banyak juga dari mereka berbagi kamar tidur. Saya mendapat kabar satu kamar untuk tiga mahasiswa. Miris mendengarnya. Tapi, itu fakta yang tersaji.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad

*****

Cerita yang begini tidak baru. Sekolah adalah perjuangan. Dari dulu sudah begitu. Banyak orang sukses sekarang, adalah mahasiswa yang sangat menderita pada saat kuliah. Namun, kalau kita bisa meringankan, mengapa kita tidak bertindak menolong ? Dan, mereka yang paling dekat peluang membantu adalah para guru dan karyawan di perguruan tinggi tempat anak-anak kita belajar.

Ingat cerita dulu-dulu. Kala itu, era tahun 80-an. Hampir semua rumah tangga di kota Ternate memiliki anak tinggal yang berasal dari pulau pulau seputaran Halmahera. Maklum karena hanya di Ternate ada sekolah menengah pertama dan atas. Universitas hanya satu. Pun, berstatus swasta. Sebagian besar tidak bertalian keluarga.

Baca juga : Gubernur Sulteng: Perusda Harus Berani dan Tidak Takut

Di Palu pada era itu, kata isteri ku. Ayah dan Ibunya menampung anak-anak tinggal hampir 40-an orang. Semogalah menjadi amal bagi beliau berdua di alam sana. Mereka anak-anak ini pastilah punya dinamika kesusahan hidupnya masing-masing.

*****

Untuk semua kesulitan anak anak kita ini, mari kita ambil prakarsa. Saya yakin, banyak yang sudah melakukan. Namun belum menjadi gerakan. Katakanlah, tiap dosen atau pegawai ambil 1 sampai dengan 5 mahasiswa dan mahasiswi kurang mampu. Bayangkan kalau ini terjadi. Hitunglah jumlah dosen dan pegawai di setiap perguruan tinggi. Angkanya bisa mencapai 1000 sampai 3000 bahkan lebih. Artinya, bila semua mau bertindak mulia. Kita bisa selamatkan minimal 1000 sampai dengan 3000 mahasiswa untuk sedikitnya 1 mahasiswa tiap keluarga. Atau, bisa maksimal 15.000 ribu mahasiswa untuk 5 mahasiswa tiap keluarga.

Angkanya sangat fantastis. Beasiswanya tidak kentara (un disquise scholarship). Tapi boleh jadi, jumlahnya bisa setara dengan beasiswa yang diberikan secara konvensional oleh negara atau swasta.

Tidak percaya? Mari kita hitung. Satu anak yang tinggal bersama kita. Dia sudah tidak bayar uang kos, air, listrik dan internet. Begitu juga uang makan pagi, siang dan malam. Bila uang domisili dan fasilitasnya sekitar 600.000 per bulan. Kemudian, uang makan rata rata 30.000 per hari atau 900.000 per bulan. Maka total per mahasiswa sekitar 1.500.000 per bulan. Dikalikan 5 mahasiswa, maka angkanya mencapai 7.500.000 rupiah. Ini hitungan normal atau nilai ubinan dalam istilah pertanian.

*****

Angka 7.500.000 tersebut tentu lebih tinggi dari gaji dosen golongan IV A, berjabatan lector kepala atau Associate Profesor. Tapi, pasti konversi ini tidak begitu persis dalam fakta keseharian. Walaupun patokan harga adalah standar. Analogi berfikirnya sama dengan kita kontrak rumah, tapi kita tidak tempati karena sedang ada di luar kota. Namun, uang sudah harus dibayar. Anggaplah tiap bulan kita sumbang ke panti asuhan tanpa terasa. Karena, panti itu ada di rumah kita sendiri.

Selebihnya adalah nilai kebaikan. Mungkin Tuhan telah mencatat pahala kita pada standar 7.500.000, padahal pengeluaran kita tidak mencapai angka tersebut. Apalagi kalau didorong keyakinan bahwa setiap pemberian akan dilipatgandakan oleh Ilahi. Lihatlah: satu benih yang kita tanam, dikembalikan oleh Allah melalui tanah dalam bentuk pohon bercabang cabang. Dan setiap cabang memberikan satuan, puluhan dan ratusan buah yang dapat membentuk lagi, benih baru.

Dan, benih baru kali ini adalah manusia bernama mahasiswa. Satu waktu yang telah ditetapkan. Mereka, para mahasiswa ini akan lahir sebagai sarjana baru yang kelak akan memproduksi kebaikan secara berjenjang. Maka saya mengajak. Mari kita jadikan ini sebagai gerakan untuk menyelamatkan generasi dengan menjaminkan mereka tetap sekolah. Boleh jadi, mereka adalah keluarga dekat kita. Bahkan, yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita sama sekali. Dengan begitu, kita telah membangun panti asuhan minimalis di rumah kita sendiri. Tentu, tidak resmi, tapi fungsinya berjalan. Semoga langkah kecil ini memberi berkah. Amin yaa Rabb..🤲👌🏻

(Penulis adalah Assoc Prof Bidang Ekologi Manusia, pengajar mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi Universitas Tadulako)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam