Palu, PaluEkspres.com – Tiga wajah baru komisioner KPU Kabupaten Sigi diperkenalkan kepada sejumlah awak media dan stakeholder yang kerap kali bersentuhan dengan kerja-kerja kepemiluan.
Perkenalan terhadap tiga wajah baru itu bersama dua petahana komisioner KPU Kabupaten Sigi yang baru saja dilantik beberapa hari lalu di Jakarta untuk periode jabatan 2024-2029, dikemas dalam betuk kegiatan Ngopi Ngobrol Pemilu.
Kegiatan yang dilaksanakan di Foodi Café and Resto Kota Palu pada Jumat malam (26/1/2024), dan dihadiri dua komisioner Bawaslu Sigi yaitu Steny Mariny Pettalolo dan Hisbullah Al Barzanji, perwakilan BIN daerah, kesbangpol, Polres Sigi dan Satpol PP Sigi, memperkenalkan Aprianto, Suandi Tamrin Bilatullah, dan Subri sebagai wajah baru komisioner Sigi. Sedangkan dua petahana adalah Rosnawati dan Soleman.
Di periode ini, Soleman kembali diberi amanah untuk menjabat ketua KPU Kabupaten Sigi berdasarkan hasil pleno lima komisoner KPU tersebut.
Komisioner yang merupakan wajah baru adalah Aprianto, Suandi Tamrin Bilatullah, serta Subri. Sementara pengampu divisi Sosialisasi dan Parmas diamanahkan kepada Suandi Tamrin Bilatullah.
Suandi pada kesempatan tersebut tampil mewakili dua komisioner lainnya yang baru dilantik untuk memperkenalkan nama dan divisi yang mereka ampu.
Dalam kegiatan yang berlangsung santai, Suandi meminta masukan kepada awak media serta stakeholder yang kerapkali terlibat langsung di lapangan pada tahapan Pemilu 2024.
“Tersisa kurang lebih dua pekan lagi ini masuk voting day,” ujarnya.
Suandi mengakui, sebelum menghadiri Ngopi Ngobrol Pemilu ini, ia bersama komisoner KPU Kabupaten Sigi telah melaksanakan audensi kepada Kapolres Sigi dan sejumlah stakeholder lingkup Pemkab Sigi.
Saat audensi dengan Kapolres Sigi kata Suandi, komisioner KPU Sigi juga meminta masukan terkait tahapan pelaksanaan Pemilu 2024, terutama mengenai pemetaan daerah rawan.
Sebagai komisioner yang baru dilantik katanya, wajib mengetahui wilayah yang tergolong daerah rawan.
Sementara itu, Ketua KPU kabupaten Sigi, Soleman menjelaskan, proses logistik pada Pemilu 2024 ini cukup berbeda dengan pemilu sebelumnya. Pada pemilu kali ini, logistic ditempeli QR Code. “Ini secara langsung mempengaruhi pada sumber day akita,” kata Soleman. (bid/paluekspres)






