Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Workshop Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Sektor Kelautan, Hadirkan Dinas Perikanan Se-Sulteng

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba membuka workshopPengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Sektor Kelautan dan Perikanan, Selasa (16/7/2024). Foto: PPID DKP Sulteng

Palu, PaluEkspres.comDinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan kegiatan Integrated Coastal Zone Management atau Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Sektor Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Selasa – Rabu (16-17/7/2024), di Hotel Aston Palu, dihadiri perwakilan Dinas Perikanan kabupaten/kota se-Sulteng, PTSP, PUPR.

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba dalam sambutan lepasnya saat membuka kegiatan, mengatakan, RTRWP merupakan amanat Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir  dan Pulau-Pulau Kecil, yang selanjutnya diubah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Aturan ini diperkuat dengan UU Cipta Kerja.

Seluruh undang-undang tersebut mengamanatkan harus ada integrasi tata ruang. Integrasi tersebut antara ZWP3K dengan RTRWP Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulteng kata Arif Latjuba, kemudian membuatkan aturan turunan terhadap undang-undang tersebut.

“Alhamdulillah, kita (Sulteng) memiliki Perda Nomor 1 Tahun 2023 dan kita lakukan semua itu atas dukungan dari semua stakeholder yang ada di Sulawesi Tengah,” kata Arif Latjuba.

Perda tersebut lanjut Arif Latjuba, memuat secara rinci pembagian zona-zona di antaranya, zona kawasan konservasi, kawasan inti dan kawasan untuk pemanfaatan umum mulai dari pelabuhan, pariwisata, perikanan tangkap, perikanan budidaya.

“Dengan kata lain, Perda tersebut mencantumkan zona zona yang memungkinkan untuk dikelola,” ujarnya.

Arif Latjuba menegaskan, agar kegiatan ini lebih menyentuh sasaran, pihak penyelenggara dalam hal ini DKP Provinsi Sulteng mengundang Direktur Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suharyanto sebagai pemateri pada kegiatan ini.   

Pemateri lainnya adalah dari Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB Bogor, serta kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital