Minggu, 9 Agustus 2026

IMIP Pacu Serapan Tenaga Kerja Lokal, Turunkan Angka Pengangguran

IMIP Pacu Serapan Tenaga Kerja Lokal, Turunkan Angka Pengangguran

Morowali, PaluEkspres.com – Kebijakan pengembangan hilirisasi sektor industri, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan negara. Industri pengolahan nikel turut memberi dampak terhadap dinamika perekonomian di daerah, seperti hadirnya PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang menjadi “ladang”baru penyerapan tenaga kerja, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng

Kini, puluhan ribu wajah menorehkan harapan di tengah kawasan industri ini. IMIP menjadi denyut nadi yang menghidupkan kesempatan yang sempat terpendam di bawah garis minimal ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng merilis data kondisi ketenagakerjaan di daerah pada Februari 2025. Tercatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) melalui survei angkatan kerja nasional (Sakernas) saat itu sebesar 3,02 persen atau mengalami penurunan 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2024, sebanyak 3,15 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Sulteng, Imron Taufik J. Musa S.Si, M.Si., merinci, jumlah pengangguran per Februari 2025 mencapai 49,61 ribu orang. Angka ini sedikit menurun dari Februari 2024 yang tercatat 49,62 ribu orang. Ia mengatakan, tingkat pengangguran ini menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan angka terendah ketiga secara nasional, saat itu.

Hasil Sakernas Februari 2025 menyebut, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak, adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 44,56 persen, sektor perdagangan 12,71 persen, serta industri pengolahan 10,55 persen. Jika dibandingkan Februari 2024, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 85,87 ribu orang, industri pengolahan 19,79 ribu orang dan pendidikan 15,78 ribu orang. Sektor industri pengolahan turut andil dalam menurunkan angka pengangguran di Sulteng,” ucap Imron Taufik.

Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, kehadiran kawasan industri berbasis nikel yang terintegrasi ini memang diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Morowali dan Sulteng secara luas. “Sudah tertuang dalam visi, misi dan nilai perusahaan, bagaimana IMIP bisa memfasilitasi perkembangan usaha masyarakat lokal dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” tegas Dedy. Untuk kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi industri, PT IMIP menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan. Ada karyawan IMIP yang dulunya kerja serabutan, kini setelah bekerja di sini mampu meningkatkan kualitas hidup dan rumah tangganya. Morowali tourism guide

Melihat angka serapan tenaga kerja, 92 persen pekerja di kawasan IMIP berasal dari Pulau Sulawesi. Delapan persen lainnya dari luar Sulawesi. Per tanggal 1 September 2025 jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP sebanyak 86.394 orang. Jika dibagi berdasarkan wilayah yang ada di Pulau Sulawesi (enam provinsi), tenaga kerja asal Sulteng, lebih dominan, sebanyak 31 persen. Sedangkan khusus pekerja dari Kabupaten Morowali, mencapai 58 persen dari total keseluruhan karyawan dari Sulteng.

Sejak tahun 2020, penyerapan tenaga kerja di kawasan IMIP, terus meningkat. Jika tahun 2020 ada 35.592 orang, 2021 naik 51.542 orang, tahun 2022 sebanyak 68.466 orang, 2023 ada 74.350 orang dan 2024 sekitar 83.000 orang. Jumlah serapan tenaga kerja terus mengalami peningkatan secara signifikan setiap waktu, seiring meningkatnya nilai investasi di kawasan industri tersebut. “Calon pekerja yang diinterview setiap hari berkisar 200 hingga 500 orang. Ini menunjukan animo masyarakat untuk bekerja di IMIP semakin meningkat. Sebagian besar pekerja di IMIP merupakan lulusan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia,” tandas Dedy. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital