Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Zalzulmida Tegaskan Komitmen Dukung Program Kementerian Pertanian

?

Mantan Kadis Transmigrasi Donggala itu menandaskan pihaknya bisa memobilisasi PKK kabupaten terdekat bila disiapkan peralatan yang dibutuhkan. Menurut dia bila ada alat pertanian untuk PKK, Kementan bisa menitipkan alat tersebut di dinas terkait misalnya Dinas Pertanian. Dengan demikian kata dia, peralatan tersebut akan berguna bagi banyak pihak. Alat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.

Kepada Staf Ahli Kementan dan Kepala Balitsa, Zalzulmida menegaskan bahwa di Sulteng masih banyak kabupaten yang bisa dikembangkan untuk pertanian. Bahkan dua kabupaten di kepulauan seperti Tojo Unauna dan Banggai Kepulauan juga memiliki lahan pertanian.

“Kalau mau mengembangkan pertanian di Sulteng datang juga ke kabupaten lain seperti di Tojouna dan di Kepulauan itu. Sebab di sana juga ada lahan pertanian,” tandasnya.

Kepala BPTP Sulteng Andi Bassolo  mengatakan meskipun luasan panen perdana kali ini belum sesuai dengan harapan, namun ini sudah membuktikan hasil inovasi terhadap tanaman Cabai sebagai program strategis Kementan  selain Padi, Jagung dan Kedelai.

“Cabai ditanam pada musim tertentu, tetapi BPTP bisa tanam cabai diluar musim. Sepanjang mengikuti standar teknologinya,” ujar Andi Bassolo.

Mat Syukur, staf Ahli Kementan, mengatakan kegembiraannya dari hasil panen di lahan milik petani bernama Nawir ini. Dari satu Hektar lahan menghasilkan 17 ribu pohon. Dan hampir seluruh tanamannya baik.

Menurut Catur, kebutuhan akan cabai secara nasional hanya 800 ribu ton per tahun. Sebenarnya dengan rata-rata produksi cabai mencapai 1,2 juta ton per tahun, kebutuhan ini tercukupi. “Namun karena pada musim tertentu cabai tidak tumbuh merata, sehingga menjadi defisit. Biasanya terjadi pada bulan Oktober, November Desember,” tandasnya.

Lalu Sulteng menjadi salah satu daerah pilihan untuk mengembangkan cabai yang non musim. Sulteng sendiri tak pernah kekurangan cabai. Bahkan sudah mengekspor sebagian produksi cabai dan sayurannya ke Kalimantan. ” Pak Nawir mengaku badu pertama kali menanam cabai, dan dia senang karena produksinya bagus dan harga dipasarannya bagus Rp18 ribu per kg,” ujar Dr Catur.

(aaa/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital