Sabtu, 8 Agustus 2026

Produksi Kakao Turun Drastis, Posisi Indonesia Terancam

 PALU EKSPRES, MAKASSAR – Produksi kakao di Sulawesi Selatan menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Pada 2012 lalu, Sulses bisa memproduksi 180 ton kakao dalam setahun. Namun, tahun lalu produksi kako hanya 113 ton. Asosiasi Petani Kakao Indonesia (Apkai) menilai, ada beberapa penyebab menurunnya produksi kakao Sulsel.

Satu di antaranya adalah usia tanaman kakao yang sudah tua. Rata-rata usia kakao di Sulsel sudah 20 tahun ke atas. Padahal, usia ideal kakao berproduksi adalah 5-13 tahun.

“Jika tidak ada bibit, pupuk, dan pendampingan maka sulit untuk petani kakao Sulsel akan maju,” ujar Ketua Apkai Sulsel Sulaiman Andi Loeloe.

Sulaiman menambahkan, selain usia tanaman kakao, biaya produksi yang makin meningkat juga jadi kendala.  Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi hal yang sangat penting.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, sejak 2000 lalu Indonesia telah mengalami penurunan nilai produksi. Saat ini, penurunannya diprediksi mencapai 30 persen.

Indonesia untuk sementara ada di posisi ketiga produsen kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.
Namun, bukan tidak mungkin akan merosot ke depannya.

“‘Model bisnis kakao butuh diubah. Bukan lagi bersifat konvensional, tetapi ditingkatkan menjadi gerakan pengembangan yang didukung dengan paket teknologi,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Bambang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Cocoa Sustainability Partnership (CSP) Rini Indrayanti mengatakan, salah satu target roadmap kakao berkelanjutan Indonesia (2020 Roadmap for Sustainable Indonesian Cocoa) adalah peningkatan produksi.

“Anak muda akan tertarik jika sektor kakao didukung semua pihak dan menguntungkan,” tutur Rini.

Produksi Kakao Sulsel

2012 – 180, 281 ton

2013 – 153, 744 ton

2014 – 143, 237 ton

2015 – 140, 317 ton

2016 – 113, 462 ton

Data Apkai Sulsel

(abd/yat)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital