Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Begini Hitung-hitungan Prospek Industri Budidaya Bandeng di Sulteng

PALU EKSPRES, PALU – Prospek industri budidaya bandeng  di Indonesia sangat menjanjikan. Pasar ekspor bandeng semakin terbuka terutama ke negara middle east, yakni Arab Saudi, Yaman dan Kuwait. Begitu juga pasar ekspor sangat terbuka ke Negara Rusia, Malaysia, Belanda serta Inggris.

Hal itu dikatakan  Dr Hasanuddin Atjo ketika tampil sebagai pembicara pada rapat kerja Nnasional (Rekernas) MAI, Sabtu 22 April 2017, di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Atjo panggilan akrabnya, prospek industri bandeng ini sangat cerah, selain terbukanya pasar ekspor, juga karena Indonesia merupakan penghasil nener terbesar dunia. Contohnya, dari hatchery Bali dan sekitarnya, dapat memproduksi 20 juta ekor per hari.

“Permintaan bandeng segar mulai meningkat, tetapi masih sulit dipenuhi karena prasyarat ukuran di bawah 500 gr, tidak berbau lumpur dan sisik utuh,”  ujar Hasanuddin Atjo yang juga Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Sulteng.

Atjo melanjutkan, seiring prospek pasar ekspor yang semakin terbuka tersebut, baru-baru ini  Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mulai 2016 melakukan terobosan baru dengan melakukan uji coba pembudidayaan ikan bandeng dalam keramba di bawah kolong dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuan Batu, Kabupaten Donggala.

Program ini adalah yang pertama di Indonesia sebagai impelementasi pengelolaan pelabuhan perikanan dengan konsep ‘ecoport fisheries’ atau pengelolaan yang ramah lingkungan.

Ia menjelaskan untuk kepentingan uji coba itu, DKP Sulteng membangun dua keramba kayu berukuran 8 x 16 x 1 meter di PPI Donggala dan sebelum 31 Desember 2015, keramba itu sudah  diturunkan ke bawah dermaga.

Pihaknya kata Atjo, membangun dua keramba masing-masing berukuran 8×16 meter di PPI Donggala yang ditebari 30.000 ekor benih bandeng tiap keramba. Masa budidaya berlangsung selama empat bulan dan pertumbuhannya 30 persen lebih cepat dari ikan di tambak.

Untuk mengetahui kadar zat kimia pada hasil budidaya bandeng di sekitar pelabuhan PPI Donggala, DKP Sulteng bekerjasama dengan pihak terkait telah melakukan analisis logam berat dan protein yang terkandung pada bandeng hasil budidaya tersebut.

Hasil analisasi yang diperoleh,  katanya, kandungan  mercury pada hasil budidaya bandeng sebesar 0,1193 mg/kg. Masih tergolong sangat aman untuk dikonsumsi sesuai batas standar, yakni 0,0258-1,00 mg/kg. Begitu juga Cadmiun yang dikandung serbesar 0,0439 mg/kg, masih pada ambang batas toleransi, yakni 0,0111-0,100 mg/kg. Terakhir, adalah kandungan Plumbum sebesar 0,1706 mg/kg, juga nilainya  masih pada ambang batas toleransi, yakni 0,0266-0,300 mg/kg.

“Budidaya bandeng ini menjadi tolok ukur apakah kondisi lingkungan di sekitar pelabuhan itu terjaga dengan baik atau tidak. Kalau air lautnya tidak tercermar, pasti ikan bandengnya nanti berkembang bagus dan sehat serta aman untuk dikonsumsi,” ujar Atjo yang juga penemu teknologi supra intensif Budiaya Udang Vaname.

Hasanuddin Atjo menambahkan bahwa PPI Donggala merupakan salah satu dari empat pelabuhan di Sulteng yang akan menjadi percontohan dalam pengelolaan pelabuhan dengan sistem “ecoport”, di mana seluruh pihak yang terlibat di dalam kawasan pelabuhan wajib untuk me-nol-kan limbah dan pencemaran udara, darat maupun perairan di sekitar pelabuhan.

Atjo sebelum mengakhiri paparannya, menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti,  di antaranya diperlukan regulasi dalam rangka gerakan massal industri budidaya bandeng Nasional.  Rekomendasi lainnya adalah, pada workshop nasional Industrialisasi Bandeng yang rencananya dilaksanakan pada Bulan Juli 2017 di Palu yang merupakan kerjasama Kemenko Maritim dengan Pemprov Sulteng, sangat diharapkan keterlibatan MAI dalam membantu menyusun rekomendasi workshop.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital