Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

PLN Monopoli, Longki Minta Sistem Kelistrikan Sulteng Berdiri Sendiri

PALU EKSPRES, PALU – Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan telah menggariskan panduan bahwa dalam menyusun rencana ketenagalistrikan Nasional, Pemerintah Pusat dalam hal ini PLN wajib menimbang Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah. Juga harus mendengarkan pendapat serta saran masyarakat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tengah, Dr. Alimuddin Pa’ada, MS, Selasa (25/4). Presiden Joko Widodo pun pada Rapat Terbatas Kelistrikan Nasional, Rabu, 22 Juni 2016 lalu telah menegaskan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT. Perusahaan Listrik Negara dapat melibatkan pelaku usaha lokal atau independent power producer yang mempunyai kemampuan teknis dan finansial untuk membangun pembangkit listrik di daerah. Tentu dengan syarat yang tidak menyulitkan mereka.

“Di saat sama, Presiden Joko Widodo juga meminta agar PLN fokus pada pembangunan transmisi dan gardu induk, bukan membangun pembangkit listrik. Namun yang terjadi di Sulawesi Tengah, PLN melakukan tugas berlawanan 360 derajat dengan UU dan Instruksi presiden. PLN lebih fokus membangun pembangkit dan mengabaikan transmisi dan gardu induk,” tandas Alimuddin.

Anggota Dewan dari Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengaku tidak habis pikir melihat pola pembangunan kelistrikan PLN. Ia menyebutkan beruntung ada Kalla Group yang menyiapkan transmisi Palu-Parigi-Poso-Tentena. Sementara, transmisi Luwuk-Ampana baru bisa terealisasi pada 2021, karena PLN lebih fokus membangun Pembangkit 40 Megawatt di Luwuk, Banggai.

“Harusnya,  PLN  jangan memonopoli membangun pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Gas di luwuk. Serahkan kepemilikan dan pembangunan PLTMG Luwuk ke swasta, sementara uang PLN yang katanya terbatas dapat digunakan untuk membangun transmisi Luwuk-Ampana sesegera mungkin,” hemat Alimuddin.

Menurut Alimuddin selain ke Ampana, juga dapat dibangun transmisi ke Morowali dan Morowali Utara. Kenyataannya, sampai saat ini masih ada 500 kilometer transmisi di regional Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo yang belum terbangun.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital