Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Promosi Wisata, 500 Pesepeda Bakal Melintasi Sulteng

Etape pertama, peserta start dari Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Una Una, menuju Tentena, Poso. Kemudian etape dua dari Poso menuju eks lokasi Sail Tomini di Desa Pelawa Baru, Kabupaten Parigi Moutong.

Setelah itu pada etape terakhir dari Parigi menuju Sigi lalu finish di Kota Palu. Di Palu direncanakan peserta akan menuju titik finish di depan Kantor Gubernur Sulteng atau di Anjungan Nusantara, Teluk Palu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju menyampaikan bahwa TDCC adalah hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Sulteng, Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna, Parigi Moutong, Sigi dan Pemerintah Kota Palu dengan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).

Senada dengan Gubernur Longki, ia mengatakan, TDCC dapat menjadi momen untuk mempublikasikan keunikan destinasi wisata yang berada di Sulawesi Tengah.

“Karenanya kegiatan ini lebih fokus pada touring untuk lebih memperkenalkan objek-objek wisata yang dimiliki oleh daerah kita. Makanya di setiap finish etape kepada peserta akan disajikan dengan seni pertunjukan budaya lokal, kuliner serta peninjauan ke lokasi-lokasi objek wisata,” jelasnya.

Terkait pembiayaan kegiatan ini, Pemerintah Sulteng telah menyiapkan anggaran di APBD dan kemungkinan besar juga di APBD-P 2017 ini. Kabupaten dan Kota juga diharapkan turut menyokong anggaran melalui APBD perubahan 2017, khususnya lima kabupaten yang akan menjadi tuan rumah.

Gubernur Longki secara khusus meminta dukungan dari Ketua DPRD Sulteng, Prof. Ir. H. Aminuddin Ponulele, MS yang sejak awal sudah memberi perhatian besar pada TDCC.

“Sejak awal senior kita ini, Ketua DPRD Sulteng, Pak Prof antusias mengikuti tahapan-tahapan dan rapat-rapat TDCC. Tadi juga sudah mendengar sendiri bahwa selain hadiah ada pula bonus yang membutuhkan pembiayaan lagi, karena Insya Allah kita akan mengajukkannya di APBD-P nanti,” sebut Longki.

Perhelatan yang diharapkan bisa menyamai Tour de Singkarak atau Tour de Bintan ini akan diikuti oleh pesepeda dari sejumlah negara rumpun Asia Tenggara, Eropa, Amerika, dan Australia.

(jgb)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital