Sabtu, 8 Agustus 2026

Komandan Abu Sayyaf Tewas, Tapi Tujuh WNI Belum Bebas

OALU EKSPRES, JAKARTA — Marinir Filipina membunuh komandan kelompok Abu Sayyaf, Al Habsyi Masaya, dalam sebuah serangan Jumat lalu (28/4/2017).

Masaya dipercaya menjadi otak serangkatan penculikan terhadap warga negara asing, khususnya Indonesia dan Malaysia, yang terjadi di kawasan Filipina Selatan.

Panglima Militer Filipina Eduardo Ano mengatakan, pemimpin Abu Sayyaf yang itu tewas di tengah hutan di Provinsi Sulu. “Jenazah Al Habsyi berhasil teridentifikasi dari keterangan seorang anggota Abu Sayyaf yang kami tangkap,” sebut Ano seperti dilansir SBS.

Ano menyebut bahwa Masaya merupakan penculik paling bengis dari kelompok Abu Sayyaf. Tewasnya Masaya menjadi pukulan telak untuk kelompok militan itu.

Terkait korban penculikan yang berada di tangan kelompk Abu Sayyaf, Ano mengatakan bahwa tidak ada seorang sandera pun yang terlihat di lokasi tewasnya Masaya. Padahal, lokasi tewasnya Masaya itu diduga kuat merupakan lokasi sandera asal Vietnam ditawan.

Terkait dengan nasib tujuh WNI yang masih jadi sandera kelompok Abu Sayyaf, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal memastikan bahwa kondisi tujuh WNI tersebut baik.

Iqbal menjelaskan, tujuh WNI yang masih disandera di Filipina Selatan tidak di tangan Masaya. “Saat ini, tujuh sandera WNI berada di tangan dua kelompok lainnya. Empat WNI berada di Maimbung dan tiga WNI di Talipao. Keduanya di Pulau Sulu. Saat ini, mereka dalam keadaan baik,” katanya, Minggu (30/4/2017). (jpg-fajaronline)

WNI yang Masih di Tangan Abu Sayyaf
1. La Utu bin La Raali (asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
2. La Hadi bin La Edi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
3. Saparudin bin Koni (Majene, Sulawesi Barat)
4. Sawal bin Maryam (Majene, Sulawesi Barat)
5. Hamdan bin Saleng (Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan)
6. Sudarling Samansung (Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan)
7. Subandi bin Sattu (Bulukumba, Sulawesi Selatan)

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital