Minggu, 9 Agustus 2026

Sejarah 100 Tahun Kesengsaraan Etnis Rohingya

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengkhianatan oleh Inggris, kesewenang- wenangan para penguasa Myanmar, menjadikan Rohingya etnis tanpa negara sampai sekarang. Kalau boleh sedikit menyitir mahakarya Gabriel Garcia Marquez, mereka bak hidup dalam ”100 Tahun Kesengsaraan”.

Abad Ke-8 sampai Ke-14 Etnis Rohingya mendiami wilayah Kerajaan Arakan yang kini dikenal sebagai Rakhine, Myanmar. Mereka berinteraksi dengan para pedagang Arab, yang membawa mereka mengenal Islam. Di periode
ini terjalin erat hubungan antara Arakan dan Bengal.

1784–1790 Raja Burma Bodawpaya menaklukkan Arakan. Ratusan ribu pengungsi mengalir ke Bengal. Diplomat Inggris Hiram Cox dikirim untuk membantu masalah pengungsi. Dia mendirikan Kota Cox’s Bazar di Bangladesh, tempat Rohingya banyak bermukim sampai kini.

1824–1942 Inggris menjajah Burma, kini menjadi Myanmar. Tapi, pada 1942, Jepang mendepak Inggris dari wilayah kolonial mereka itu.

1945–1948 Inggris membebaskan Burma dari Jepang, dengan bantuan pejuang Burma dan Rohingya. Burma memproklamasikan kemerdekaan pada 1948. Namun, Rohingya merasa dikhianati karena Inggris
tak memberikan otonomi ke Arakan.

1948–1950 Mulai muncul ketegangan antara Rohingya dan pemerintah Burma yang baru merdeka. Rohingya ingin bergabung dengan Pakistan. Pemerintah Burma membalas dengan mengucilkan Rohingya. Muncul kelompok perlawanan Rohingya yang menamakan diri Mujahid.

1962–1977 Jenderal Ne Win mengambil alih kendali pemerintahan Burma pada 1962 dan menerapkan
kebijakan keras kepada Rohingya. Lima belas tahun berselang, junta militer menjalankan Operasi
Nagamin yang menarget warga asing, termasuk Rohingya. Sebanyak 200 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

1978–1982 Bangladesh-Burma, dengan dimediatori PBB, menyepakati repatriasi pengungsi pada 1978. Tapi, empat tahun kemudian, Burma mengesahkan UU Imigrasi yang menyatakan semua yang bermigrasi di era kolonialisme Inggris dianggap imigran ilegal. Target utamanya Rohingya.

1991–1997 – Pada 1991, sebanyak 250 ribu warga Rohingya mengungsi untuk menghindar jadi korban perbudakan, pemerkosaan, dan persekusi sektarian oleh militer Myanmar, nama baru Burma sejak 1989. Berdasar kesepakatan repatriasi yang baru, 230 ribu warga Rohingya balik ke Myanmar pada 1992 hingga 1997.

2012 Kerusuhan sektarian mengakibatkan 100 orang meninggal di Rakhine, mayoritas korban Rohingya. Itu memicu gelombang kekerasan dan pengungsian Rohingya ke Bangladesh dan berbagai negara Asia Tenggara.

2016–2017 – Kelompok perlawanan Rohingya, Harakah Al Yaqin, membalas dengan menyerang
berbagai pos keamanan, termasuk pada akhir Agustus lalu. Tapi, itu memicu pembalasan dari aparat Myanmar berupa pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran. (*)

(AFP/Reuters/BBC/ theaustralian/washingtonpost/ time/hep)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital