Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Masyarakat Diimbau Kurangi Makan Beras

PALU EKSPRES, PALU – Dinas Kehutanan Sulteng menggelar rapat evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kegiatan sumber dana APBD dan APBN bulan September 2017, di kabupaten Toli-toli. Kegiatan ini dihadiri sekitar 75 orang yang terdiri dari Pejabat tingkat pusat, Kepala dinas Kehutanan dan Kepala Sub Bidang Provinsi Sulawesi Tengah serta semua UPT kesatuan pengelolaan hutan (KPH).

Staf Ahli Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Pemprov Sulteng, Rusdi B Rioeh, turut hadir memberikan sambutan sekaligus narasumber dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu Rusdi menekankan beberapa hal dihadapan peserta. Salahsatunya imbauan agar masyarakat mengurangi konsumsi beras.

Mengurangi konsumsi beras menurutnya otomatis akan mengurangi resiko terkena penyakit diabetes.

“Olehnya masyarakat diminta beralih pada sumber pangan lain seperti ubi, jagung dan lain-lain,”demikian Rusdi. Sebagaimana setiap sambutannya, Rusdi dalam kesempatan itu lagi-lagi mengingatkan bahaya narkoba di Sulteng. Rusdi merasa takut jika peredaran Narkoba sudah sampai pada anak-anak SMP bahkan SD.

“Inilah yang akan menjadi PR kita bersama agar mampu mengawasi sekitar kita dengan seksama,”sebutnya.

Terkait kegiatan, Rusdi menjelaskan sesungguhnya kegiatan ini menjadi penyatuan presepsi seluruh petugas-petugas lapangan di sektor kehutanan, pertanian, hortikultura dan perikanan. “Karena dalam hal ini merekalah yang paling berperan dalam melayani petani,”kata Rusdi.

Karena petani Sulteng jelasnya sangat berbeda dengan petani di pulau jawa. Di Sulteng, petani tidak hanya fokus pada satu komponen saja melainkan di banyak bidang contohnya petani sawah yang juga punya kebun dan ternak. Rusdi menambahkan, saat ini semua pihak pihak perlu memperhatikan kemiskinan.

Dimana hal ini disebabkan penghasilan belum bertumpu pada sektor pertanian melainkan masih pada sektor pertambangan dan migas. Dari hasil evaluasi tersebut ternyata semua KPH sudah menyerap dana dengan maksimal dan rata-rata berada pada prosentase warna hijau yang menandakan semua kegiatan yang dilakukan sudah maksimal.

Selanjutnya dia menjelaskan tahun 2020-2025 akan ada peningkatan penduduk yang sangat signifikan. Karena itu diharapkan pertumbuhan penduduk ini bisa dibarengi dengan pertumbuhan sumber daya manusia yang mumpuni.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital