Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Radikalisme Ancaman Nyata Generasi Bangsa

 

PALU EKSPRES, PALU – Hari hari ini komitmen berbangsa terus mengalami ujian. Munculnya kehendak untuk mengganti Pancasila sebagai ideologi yang bersifat final bagi bangsa ini, masih terus disuarakan oleh segelintir kelompok. Karena itu sebagai generasi muda pewaris masa depan perlu membekali dirinya dengan pengetahuan tentang ideologi kebangsaan secara baik.

Kelak dengan pengetahuan kebangsaan yang memadai, generasi muda dapat memahami tujuan kemana arah bahtera besar bangsa ini menuju. Pemikiran ini disampaikan Anggota MPR RI, H. Muhidin M Said SE MBA, saat melakukan sosialisasi empat konsensus berbangsa di SMA Negeri 4 Palu.

Menurut Muhidin, tantangan bangsa ini sekarang sangat kompleks. Tak hanya bagaimana menggenjot pembangunan agar setara dengan negara-negara lain di dunia, tapi juga diinternal bangsa Indonesia sendiri. Maraknya, paham ektrem yang mencoba menggugat pancasila sebagai dasar negara seperti sedang menemukan momentumnya saat ini.

Hal ini kata dia tidak boleh dibiarkan. Tantangan lainnya, adalah maraknya narkoba yang menyasar tidak hanya kalangan dewasa perkotaan bahkan generasi belia di pedesaan.

”Ini sangat mengkhawatirkan jangan sampai generasi emas ini sejak awal sudah akrab dengan narkoba. Ini tantangan yang harus dijawab. Karena ini akan melemahkan bangsa kita kedepannya,” katanya di depan ratusansiswa SMAN 4 Palu.

Masih menurut Muhidin, di era digital ancaman bangsa juga bisa datang dari piranti canggih smartphone sebagai medium mengakses beragam konten sosial media. Di media sosial kata dia cukup efektif untuk menyebarkan paham radikal yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan.

”Karena itu saya meminta, bijak-bijaklah menggunakan sosial media. Petik manfaatnya dan hindari mudharatnya,” imbau Muhidin. Lebih jauh ia mengatakan, empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia. Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap indonesia di era globalisasi ini yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan.

Sebagai pewaris masa depan, Muhidin berharap banyak soal kemajuan bangsa kepada generasi muda. Sebagai anggota MPR, dirinya aku Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini, terus mensosisialisasikan empat pilar karena MPR diamanahkan UU untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat.

Memberikan pemahaman kepada siswa SMA kata dia sangat efektif, sebab jika memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik. Pihaknya sengaja memilih siswa SMA kelas akhir, karena usia SMA masih relatif bersih dari paham ekstrim.

Dengan demikian jika kelak lulus dan masuk Perguruan Tinggi, dimana eksplorasi berfikir semakin terbuka, mereka tak mudah lagi terpengaruh karena sudah mempunyai pemahaman yang memadai soal pilar dan konsesus kebangsaan.

Harus diakui kata dia, perhatian generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa adalah modal dasar munculnya generasi muda yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.

Pengetahuan siswa terhadap dasar-dasar dan prinsip bernegara diakui Muhidin cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari pertanyaan sedikitnya empat penanya. Para siswa menanyakan kasus Freeport sebagai kekayaan negara namun sebagian besar dikuasai oleh asing. Penanya lain menanyakan wacana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Palangkaraya. Bobot dan materi pertanyaan para siswa ungkap antan Ketua KADIN Sulteng ini mengindikasikan kedalaman wawasan para siswa terhadap permasalahan bangsa ini.

”Pengetahuan macam begini menjadi modal mereka kelak bagaimana mengelola bangsa ini jika kelak menjadi pejabat publik,” kuncinya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 4 Palu, Samzaini SP.d, M.Si mengatakan, prestasi sekolah yang dipimpinnya pernah menjadi wakil Provinsi Sulawesi Tengah pada lomba Empat Pilar Kebangsaan di tingkat nasional.

Karena itu kata dia, pilihan Anggota MPR Muhidin Said menjadikan SMAN 4 Palu sebagai tempat sosialisasi konsensus berbangsa adalah pilihan yang tepat. Sosialisasi ini diikuti 130 siswa kelas XII dan 20 guru SMAN 4 Palu serta H. Fadel H Saman sebagai pemateri yang membawakan sejarah lahirnya Pancasila.

(kia/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital