Minggu, 9 Agustus 2026

Astagfirullah! Arab Saudi Keluarkan Fatwa Umat Muslim Boleh Shalat di Gereja

PALU EKSPRES, JEDDAH – Arab Saudi semakin berambisi menjadi negara moderat saat pangeran Arab Saudi menginginkan negara kerajaan itu dirombak total.

Baru-baru ini di Arab Saudi beredar sebuah fatwa yang mencengangkan muslim, khususnya penduduk di Arab Saudi.

Dilansir dari Arab News, Jumat (10/11) seorang Cendekiawan mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam boleh melaksanakan shalat di gereja, sinagog syiah atau sufi.

Abdullah bin Sulaiman Al-Manea mengeluarkan fatwa tersebut dalam sebuah laporan eksklusif kepada surat kabar Al-Anba Kuwait.

Al-Manea mengatakan bahwa Islam adalah agama toleransi dan belas kasihan, bukan kekerasan, intoleransi, atau terorisme.

Saat ditanya bagaimana ia dapat mengeluarkan fatwa tersebut, Al-Maena mengutip hadits Nabi: “Bumi telah dijadikan tempat sujud dan sarana ibadah untuk saya.”

Kantor Al-Manea mengeluarkan sebuah pernyataan 10 tahun yang lalu yang menekankan orang muslim diijinkan memasuki gereja-gereja untuk melihat-lihat dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang tempat-tempat ibadah.

Al-Manea menekankan bahwa umat Islam “dapat masuk ke gereja untuk belajar tentang mereka, dan orang-orang Kristen diizinkan memasuki masjid – kecuali Masjidil Haram di Makkah – dan berdoa di dalamnya.”

Al-Manea mengatakan bahwa Islam adalah agama yang hidup berdampingan bukan dengan kekerasan, dan mencatat bahwa umat Islam tidak dapat memiliki perbedaan dalam prinsip dasar Aqidah (kepercayaan) Islam, namun mungkin berbeda di cabang-cabangnya.

Mengenai non-Muslim, Al-Manea mengutip sebuah acara ketika Nabi menerima sebuah delegasi orang-orang Kristen dari Najran di masjid-masjidnya.

Nabi saat itu mengizinkan mereka melakukan ibadah layaknya orang kristen menghadap Yerusalem.

Al-Manea juga mengutip ucapan Nabi lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rahmatnya dengan non-Muslim.

Al-Manea menekankan bahwa Islam menyebar di banyak negara, seperti Indonesia dan Malaysia, karena perilaku yang baik dari pedagang Muslim, yang menarik perhatian warga negara-negara ini untuk memeluk Islam.

Al-Manea menekankan bahwa umat Islam harus menyebarkan Islam yang benar dan mengikuti tradisi Nabi dalam perlakuan toleran terhadap orang-orang dari agama yang berbeda.

(mia/PS)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital