Minggu, 9 Agustus 2026

3.000 Kosakata Bahasa Daerah Sulteng Diajukan masuk KBBI

PALU EKSPRES, PALU – Saat ini, jumlah kosakata bahasa Indonesia yang terdapat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masih berkisar pada angka 100 ribu kata.

Jumlah ini, kata Kepala Balai Bahasa Sulteng, Drs. Adri, masih kalah jauh jika dibandingkan dengan kosakata bahasa Inggris, yang berjumlah kurang lebih 1 juta kata.

Untuk memperkaya jumlah kosakata bahasa Indonesia, Adri mengungkapkan, Balai Bahasa saat ini sedang mengupayakan penyerapan bahasa daerah untuk dimasukkan ke dalam KBBI, termasuk bahasa daerah asal Provinsi Sulteng.

Upaya ini telah didorong oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sejak masa Menteri Anies Baswedan dan dilanjutkan Menteri Muhadjir Effendi.

“Jumlah kosakata bahasa daerah di Indonesia sekitar 600 ribu, kalau ini bisa diserap semuanya, maka kosakata kita di KBBI dapat bersaing dengan kosakata bahasa asing,” kata Adri, pada salah satu kegiatan Pekan Literasi, di halaman Balai Bahasa Sulteng, Kamis 23 November 2017.

Potensi penyerapan bahasa daerah, lanjut Adri, dapat diambil dari pendeskripsian pakaian adat daerah, serta dari kuliner khas daerah.

“Di Sulteng saat ini sudah terkumpul 1.000 kosakata yang diajukan, tahun 2018 nanti ditargetkan 3.000 kosakata. Selain pakaian adat, kuliner khas daerah juga punya potensi menyumbangkan serapan kosakata,” tutur Adri.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital