Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Begini Sikap BKSDA pada Sopir Pengambil Monyet Hitam di Kebun Kopi

PALU EKSPRES, PALU – Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, tidak memberikan sanksi atau hukuman khusus kepada sopir mobil pengantar ayam potong, yang sempat viral di media sosial karena mengambil dan membawa seekor kera hitam Sulawesi (Macaca Tongkeana), di jalur Kebun Kopi Trans Sulawesi beberapa waktu lalu.

Kepala BKSDA Sulteng, Noel Layuk Allo menyebutkan, pihaknya setelah meminta keterangan kepada sopir bernama Ibrahim alias Bora, memberikan teguran keras dan peringatan kepada sopir tersebut. Kejadian itu terjadi pada tanggal 21 Desember 2017 lalu, di KM 15 poros Toboli-Palu tepatnya di Desa Toboli Barat.

“Kami sudah memberikan teguran tegas kepada si Bora ini, tidak langsung memberikan sanksi atau hukuman, tetapi dilakukan pembinaan. Dia sudah membuat pernyataan, untuk tidak lagi melakukan perbuatan itu, karena merugikan baik bagi satwa maupun bagi masyarakat di sekitar,” kata Noel, saat memberikan keterangan pers, di kantor BKSDA Sulteng, Kamis 25 Januari 2018.

Dijelaskan Noel, pada saat dimintai keterangan, Bora mengaku tidak punya niat untuk mencuri satwa yang dilindungi negara tersebut. Dituturkannya, Bora menerangkan kepada BKSDA Sulteng, bahwa ia tidak melakukan pencurian kera hitam tersebut, hanya sekadar bersenang-senang memberi makan, lalu salah seekor kera naik ke pemuatan ayam, setelahnya ia dan temannya pergi karena dikejar oleh beberapa ekor kera lainnya.

“Macaca tersebut rupanya langsung dilepas sesaat setelahnya, karena ada dua mobil teman mereka yang ditahan oleh para pekerja jalan. Sopirnya juga sudah meminta maaf kepada para pekerja. Rupanya ada sedikit miskomunikasi, antara yang mem-viralkan video terkait penangkapan di media sosial, dengan kenyataan di lapangan,” sebut Noel.

Ke depan, Noel mengaku akan melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap wilayah konservasi sekitar jalur Kebun Kopi, yang masuk dalam wilayah cagar alam Pangi Binanga.

Di antaranya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, terutama yang sering melalui jalur tersebut. Salah satunya, dengan memasang papan informasi kepada masyarakat, untuk berhati-hati karena banyak satwa yang menyeberang jalan, serta peringatan untuk tidak menyakiti satwa di kawasan tersebut.

“Mungkin juga nanti kita membuat semacam pos penjagaan. Tapi ini agak susah, karena terus terang staf BKSDA Sulteng jumlahnya hanya sekitar 78 orang, tapi Polhutnya (Polisi Hutan-red) hanya 32 orang, dan itu tersebar di semua Sulteng. Satu-satunya jalan, ya kita bekerja sama dengan masyarakat, mudah-mudahan masyarakat mau menerima dan membantu kami,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak memberi makan kera-kera hitam di kawasan jalur Kebun Kopi, karena nantinya bisa berakibat terjadinya perubahan perilaku liar dari monyet-monyet tersebut.

Dijelaskannya, jika diberikan makanan terlalu sering dan berlebihan, kera-kera itu nantinya akan menganggap tempat-tempat orang memberi makan menjadi tempat utamanya untuk mendapatkan makanan, bukan lagi di alam liar seperi seharusnya.

“Kami terus mengingatkan kepada masyarakat, untuk mengurangi pemberian makanan kepada kera-kera itu. Cuma memang ini sulit diterapkan, karena 24 jam masyarakat di situ berlalu lalang,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital