Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Pemprov-Pemkab Diminta Bahas Infastruktur Daerah Pinggiran

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Mohammad Masykur meminta Gubernur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk duduk bersama membahas infastruktur pinggiran. “Pembangunan infrastruktur daerah pinggiran bisa diinisiasi awal dari pemerintah provinsi untuk mengundang pemkab dalam rangka percepatan penuntasan peningkatan infrastruktur wilayah pinggiran Sulteng,” ungkap Mohammad Masykur, melalui pesan tertulis.

Menurut Masykur perlu ada terobosan politik anggaran dalam bentuk pembagian peran masing-masing dimana porsi pemkab, pemprov dan pemerintah pusat. Jika tidak katanya, masalah ini sulit untuk bisa dituntaskan karena dibutuhkan ketercukupan anggaran.

Permintaan itu bermula saat dirinya menyaksikan video aparat Kepolisian Kabupaten Sigi yang sigap dalam membantu warga dengan mengantar jenazah menggunakan sepeda motor dari Desa Dombu menuju Wawujai Kecamatan Marawola Barat, (4/3).

Masykur mengajak publik meneladani budaya gotong royong semacam ini. Sembari kata dia, terus berupaya meningkatkan infrastruktur daerah pinggiran Sulawesi Tengah. “Kita berharap dari sini bisa membuka mata kita semua bil khusus pemerintah, baik kab, provinsi dan pusat bahwa akses infrastruktur terutama jalan di wilayah ini harus mendapat perhatian khusus,”pungkasnya.

Dalam rangka genjotan percepatan peningkatan infrastruktur, kata Masykur, hal ini perlu para pihak duduk bersama. Sebab kejadian serupa kerap terjadi di wilayah pinggiran di wilayah Sulteng, seperti Banggai, Morowali Utara, Donggala, Sigi dan lainnya.

“Dari sisi normatif memang ini menjadi domain kewenangan pemerintah kabupaten. Tetapi jika sepenuhnya pemkab dibiarkan sendiri memikirkan solusi atas masalah ini tentunya juga tidak bisa sepenuhnya dijangkau oleh ketersediaan kemampuan keuangan ditengah aneka masalah juga butuh perhatian yg sama,” terang Masykur.

Namun pun demikian kata dia, bukan berarti ruang masuk pemerintah provinsi dan pusat tidak ada.

“Saya yakin ruang itu tetap terbuka sepanjang pimpinan daerah dapat dengan bijak mendudukkan hal ini atas nama kepentingan seluruh warga demi terpenuhinya hak hak dasar warga negara guna melakukan terobosan politik anggaran, khususnya pada wilayah wilayah yang masih sulit diakses, termasuk di Kec. Marawola Barat,” pungkasnya.

(ant)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital