Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Mantap! Ikan Bandeng Sulteng Mulai Diekspor ke Srilangka

PALU EKSPRES, PALU – Komoditas perikanan hasil budiya petani tambak di Provinsi Sulawesi Tengah, kini mulai merambah pasar ekspor. Melalui PT. Ocean Mega Persada yang bergerak di bisnis seafood dan general trading melakukan ekspor ikan bandeng produksi petambak di Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, dengan tujuan Colombo, Srilanka.

Hal itu terungkap saat dua investor asing berkunjung ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng yang diterima oleh Kepala DKP Sulteng Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP, Kamis (22/3), di ruang kerja Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng. Dua investor dimaksud adalah PT. Ocean Mega Persada yang berkantor pusat di Hongkong serta PT. Laundrum Akuatic berasal dari Tiongkok. Keduanya ingin meminta masukan mengenai teknis peningkatan produksi perikanan kepada Hasanuddin Atjo yang juga merupakan konsultan FAO.

PT. Ocean Mega Persada melalui perwakilannya, Yos Prakosa mengungkapkan, perusahaan yang bergerak di bisnis seafood dan general traiding ini akan melaksanakan ekspor ikan bandeng melalui Pelabuhan Pantaloan, Sabtu (24/3).

“Saat ini sudah dilakukan mengepakan di gudang produksi yang berlokasi di Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Mouotng, tinggal dimasukkan ke kontainer,” kata Yos Prakosa.

Yos menjelaskan, ekspor tersebut merupakan kali kedua kurung sebulan ini. Ekspor perdana yang dilaksanakan pada 2 Maret 2018 lalu sebanyak 32 ton. Jumlah yang sama untuk ekspor ke dua, sehingga total ekspor ikan bandeng produksi petambak Kecamatan Bolano tersebut sebanyak 64 ton tujuan Colombo, Srilanka.

Yos menegaskan, ekspor ikan bandeng masih memiliki prospek yang sangat cerah, dengan catatan size (ukurannya) besar. “Untuk sementara ini, range marketnya besar kalau sizenya besar,” ujar Yos.

Sehingga Yos optimis, ekspor ikan bandeng Sulteng bisa ditingkatkan karena suplai produksi dari petambak masih sebatas di wilayah Kecamatan Bolano. Itupun jumlah petambak yang menyuplai pasokan ikan bandeng sekitar 5 hingga 6 petambak dengan luasan 10 hektare per orang.

“Harga penerimaan saat ini lagi tinggi-tingginya yakni rata-rata Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DKP Sulteng Hasanuddin Atjo mengatakan, market ikan bandeng untuk saat ini, range marketnya besar. Hanya saja petambak masih lebih mementingkan volume panen tanpa mempertimbangkan ukuran (size) ikan bandeng. “Mereka (petani) lebih suka panen cepat walau sizenya belum memenuhi syarat untuk komoditas ekspor,” ujar Atjo.

Tak heran katanya, produksi bandeng seringkali dijadikan untuk komponen makanan ternak ketimbang untuk konsumsi manusia. Padahal bandeng jadi komoditas strategis nasional.
Sehingga Atjo menyarankan, untuk peningkatan produksi ikan bandeng, mulai dari tahap benur hingga siap produksi menggunakan system progresif, yakni sistem pindah.

“Tahap I, II dan III, belum dikasih pakan, annti pada tahap IV, baru dikasih pakan, pasti kualitasnya bagus,” saran Atjo.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital