Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Parimo Terancam Kehilangan 40.545 Pemilih dalam Pilkada

PALU EKSPRES, PALU – Pemilihan kepala daerah  (Pilkada) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berpotensi kehilangan 40.545 pemilih dari total pemilih sebanyak 297.512.

Itu terjadi lantaran KPU Parimo mendapati data kependudukan 40.545 pemilih tersebut masih bermasalah. Antara lain karena terdata ganda, pindah alamat, dibawah umur, bukan penduduk setempat, masih memiliki KTP non elektronik serta belum terekam untuk KTP elektronik.

Selain Parimo, Kabupaten Donggala dan Morowali juga demikian. Untuk Kabupaten Donggala ditemukan sedikitnya 25.752 dari 199.000 total pemilih dan Morowali sebanyak 7.918 dari 86.476 total jumlah pemilih.

Data ini terungkap dalam sosialisasi pemutahiran  data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada Pemilu 2019, yang digelar KPU Sulteng, Selasa 3 April 2018 di Hotel Santika Palu.

Ketua KPU Sulteng, Sahran Raden menyatakan, temuan itu diperoleh setelah masing-masing KPU pada 3 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak itu melakukan sinkronisasi Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kemendagri dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang terakhir digunakan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Namun yang jumlahnya cukup besar adalah mereka yang belum memiliki KTP elektronik,”ungkap Sahran membuka sosialisasi itu.

Terkait hal itu, pihaknya kata Sahran sudah melayangkan surat kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang isinya meminta agar segera dikoordinasikan kepada KPU dan Dinas Dukcapil tiga kabupaten.

“Jika ini tidak segera dilakukan perbaikan data, maka kami akan berkoordinasi KPU RI untuk selanjutnya dikoodinasikan kembali ke pihak Kepmendagri,”tandasnya.

Sementara itu Ramlan Salam, komisioner KPU Sulteng menjelaskan, jika tidak segera dilakukan perbaikan data, maka pemilih pemilih potensial tersebut terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada di 3 Kabupaten.

Pasalnya kata dia, pemilih yang  berhak menggunakan hak pilih adalah pemilih yang memiliki KTP elektronik. Menurutnya, surat keterangan (Suket) yang diterbitkan dinas Dukcapil memang bisa digunakan sebagai keterangan sementara pengganti KTP elektronik.

Namun Suket kata dia hanya berlaku bagi pemilih yang sebelumnya telah melakukan perekaman data.

“Jadi kalau belum memiliki KTP elektronik dan belum merekam data, maka Suket dari dinas tak bisa digunakan sebagai pengganti sementara KTP elektronik,”urai Ramlan.

Namun sejauh ini, dari 3 kabupaten tersebut, Kabupaten Morowali menurutnya menindaklanjuti temuan itu.

“Hingga saat ini Morowali sudah melakukan perbaikan data dan hampir sepenuhnya tuntas. Kami tinggal menunggu informasi perbaikan data dari Donggala dan Parimo,”ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan pula jelas Ramlan, kabupaten kota lainnya juga mengalami hal sama terhadap pemilihnya.

Ramlan berharap temuan itu bisa segera ditindaklanjuti bersama dinas Dukcapil dan KPU kabupaten kota masing-masing.

Karena rencananya pencocokkan dan penelitian data pemilih akan kembali dilakukan pada 17 April sampai 18 Mei 2018 mendatang.

“Saat ini kami sedang melakukan perekrutan panitia pendaftaran pemilih secara serentak,”demikian Ramlan.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital