Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

FSB Desak Tangkap Bos PT Anugrah Perdana Palu

PALU EKSPRES, PALU – Peringatan hari buruh international (may day) untuk kedua kalinya dilaksanakan di Kota Palu. Kali ini datang dari massa yang menamakan diri forum buruh Sulteng (FBS). Massa forum memperingatinya dengan aksi unjuk rasa dan orasi di DPRD Palu dan DPRD Sulteng, Kamis 3 Mei 2018.

1 Mei sebelumnya may day diperingati gabungan buruh dari sejumlah serikat dan forum buruh dengan tema may day is fun day. May day is fun day digelar dengan aksi jalan santai dan pungut sampah terselenggara atas sponsor OJK, Pemkot Palu dan beberpa institusi pemerintahan dan perbankan. Serikat dan forum buruh pada may day is fun day antara lain Federasi serikat pekerja nasional Indonesia (FPSNI) Sulteng.

Konfederasi serikat buruh sejahtera indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia (FPSNI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), SPSI, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia.

Berbeda dengan may day sebelumnya. Massa FBS melakukan nya dengan konvoi menggunakan dua unit truck nisan dan puluhan motor. Jumlahnya tak kalah banyak hampir ribuan. Massa FBS sendiri terdiri dari gabungan HMI, LMND, FNPBI, serikat tani nasional. Asosiasi pekerja bangunan (Aspeban), FSB Nikeuba, Palu Monggaya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dan Posko provinsi Sulteng menangkan Pancasila.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi FBS, Bahal Simangunsong menyebut may day sebelumnya yang digelar 1 Mei tidak lagi murni memperjuangkan aspirasi kaum buruh. “May day yang dilaksanakan di pantai itu saya kira sudah dimanfaatkan pemerintah,”kata Bahal kepada Palu Ekspres.

Menurutnya may day tidak sepantasnya dilakukan dengan aksi pungut sampah. “Masa hari buruh international dilakukan dengan pungut sampah. Korelasinya dengan penindasan buruh itu dimana,”ujarnya.

Dia pun menyebut sebagain anggota forum juga mendesak agar koordinator wilayah (Korwil) KSBSI Sulteng yang ikut mempelopori may day is fun day dicopot dari jabatannya. Begitupun Kepala dinas Koperasi, UKM dan Tenaga kerja Kota Palu yang dinilai mengintervensi independensi serikat dan forum buruh. “Itu keinginan kawan-kawan,”sebutnya.

Pada bagian lain, Bahal menjelaskan tuntutan inti dalam aksi FBS adalah mendesak polisi menangkap dan mengadili Manager PT Anugrah Perdana Palu, Alusius. Alusius kata dia telah melakukan kriminalisasi terhadap karyawannya bernama Yece Novitakasese dengan tuduhan penggelapan ke Reskrim Mapolda Sulteng. Sekaligus meminta agar polisi segera menghentikan perkara terlapor.

“Tindak pidana penggelapan hubungan kerja tidak betul. Itu adalah laporan palsu,”terangnya. Manager PT Anugerah Perdana sebutnya melakukan pemalsuan surat dan bisa dijerat dengan tindak pidana KUHP 263 tentang pemalsuan surat. Sementara tuntutan lainnya adalah menolak upah murah, union busting,membentuk Perda buruh, tertibkan TKA.
Otonomisasi dewan upah, bentuk pansus buruh, hapus out sorching, bentuk kaukus parlemen buruh serta MoU antara FBS dan Disnaker.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital