Minggu, 9 Agustus 2026

Nnatinya, Robot Bakal Kantongi Hak Sipil, Bisa Menikah hingga Ikut Pemilu

PALU EKSPRES, JAKARTA – Seorang pakar yang juga perancang robot, Dr David Hanson, menyebut bahwa robot masa depan akan memiliki hak sipil yang setara dengan manusia. Bahkan di antara hak-hak tersebut termasuk urusan pernikahan, memilih pemimpin, hingga memiliki barang pribadi yang mereka sukai.

Dia memberikan prediksi tersebut melalui sebuah penelitian yang dilakukannya tentang robot dan manusia di masa depan.

Adapun judul penelitian ‘Memasuki Era Sistem Intelegensia Kehidupan dan Masyarakat Android’. Riset tersebut menyebut bahwa para Android alias robot humanoid itu nantinya akan benar-benar setara dengan manusia hampir di segala aspek. Ini terjadi paling cepat 2045 mendatang.

Nantinya, para Android itu akan memperoleh hak sipil sepenuhnya yang setara dengan manusia seperti pernikahan, melakukan pemilihan umum (Pemilu), memiliki tempat tinggal, hak hidup layak, dan kebutuhan robotik lainnya yang sesuai dengan haknya seperti layanan kesehatan.

Dia juga menduga bahwa hak-hak para robot tersebut nantinya akan legal secara hukum. Hal tersebut dijelaskannya lantaran sistem hukum di masa depan juga akan menyesuaikan dengan kecanggihan teknologi termasuk urusan robot.

“Para pembuat hukum dan perusahaan (robot) dalam waktu dekat akan mencoba melegalkan soal kematangan emosi robot, sehingga orang-orang akan merasa aman,” katanya.

Menurut dia, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada robot tidak akan tinggal diam. Sebab, tuntutan masyarakat terhadap mesin untuk lebih cerdas akan semakin keras dan hal itu akan mendorong kompleksitas AI ke depannya. “Dari situ akan muncul titik kritis di mana robot akan menuntut hak mereka untuk hidup, untuk hidup bebas,” terangnya.

Menyoal robot humanoid, AI, dan Android sendiri bukan perkara baru bagi Hanson. Dia sebelumnya pernah menciptakan robot humanoid yang bahkan telah diberikan kewarganegaraan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Robot yang telah memiliki kewarganegaraan bikinannya itu bernama Sophia.

Sophia sebelumnya juga sempat menebar ancaman. Pada waktu demonstrasinya di depan hadirin, Hanson bertanya soal masa depan manusia kepada Sophia. Kemudian Sophia menjawab bahwa dirinya akan menghancurkan manusia.

“Apakah kamu ingin menghancurkan manusia? Tolong katakan tidak, tanya dokter Hanson. Baik, aku akan menghancurkan manusia,” jawab robot humanoid bernama Sophia tersebut.

(ryn/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital