Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Dede Yusuf: Ternyata Keliru Info TKA  di PT IMIP Selama Ini

PALU EKSPRES, MOROWALI– Komisi IX DPR RI sore tadi mengunjungi kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam kunjungan itu, selain melihat kegiatan pabrik-pabrik yang beroperasi di dalam kawasan, para anggota dewan juga diperlihatkan sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan karyawan.

Dalam kunjungannya itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Effendi yang memimpin rombongan mengatakan, pihaknya sangat respek dengan berbagai fasilitas produksi seperti pabrik yang beroperasi di dalam kawasan PT IMIP. Selain kata Dede Yusuf, pihaknya juga merespon positif berbagai fasilitas penunjang karyawan.

“Tadi kami sudah melihat langsung fasilitas tempat makan bagi karyawan Indonesia dan karyawan Tiongkok. Ternyata setelah kami bandingkan nggak ada bedanya sama sekali. Semuanya menggunakan peralatan dapur yang sama, semuanya ruangannya juga berpendingin AC. Yang berbeda cuma menunya saja,” kata Dede Yusuf.

Selain melihat kawasan pabrik, tim Komisi IX DPR RI juga mengunjungi kampus Politeknik Industri Logam Morowali di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi. Di tempat itu. Para anggota dewan mendapat penjelasan bahwa pendirian kampus Politeknik tersebut adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli yang dibutuhkan PT IMIP.

Saat berdialog usai kunjungan, Chief Eksekutif Officer (CEO) PT IMIP, Alexander Barus mengatakan bahwa, jumlah karyawan Indonesia yang bekerja di dalam kawasan dan penggajiannya dikoordinir langsung oleh PT IMIP dan perusahaan tenant hingga saat ini berjumlah kurang lebih 24.165 orang.

“itu belum termasuk dengan ribuan tenaga kerja perusahaan-perusahaan kontraktor rekanan kami, perusahaan-perusahaan supplier dan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan pelayaran. Jika ditotal jumlahnya bisa mencapai kurang lebih 50 ribu orang,” kata Alexander.

Sementara mengenai jumlah Tenaga kerja asing yang bekerja di dalam kawasan PT IMIP, kata Alexander, sebanyak 2.356 orang.

Dalam kunjungan tersebut. Tim komisi IX DPR RI juga didampingi tim Imigrasi, juga menanyakan mengenai perbandingan gaji antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia.

“Selisihnya hanya sekitar 20 hingga 30 persen dan itu menurut kami masih wajar karena para TKA itu datang ke sini menggunakan pesawat, begitu pula saat mereka balik ke negaranya,” kata Direkrut HRD PT IMIP,” Zulkifli Arman.

Diakhir dialog, Dede Yusuf menyatakan bahwa pihaknya sudah melihat sendiri berbagai fakta di kawasan PT IMIP yang selama ini hanya diterimanya baik melalui email, media sosial dan lainnya sebagainya.

Menurut dia, dari berbagai informasi itu ternyata lebih banyak kelirunya dibanding benarnya. Karena setelah melihat langsung kondisi di lapangan , justru berbanding terbalik.

“Tadi kami berdialog dengan beberapa karyawan di pabrik. Salah seorang karyawan bagian crane mengaku setiap bulan menerima gaji antara 7 hingga 8 juta. Inikan luar biasa sekali,” katanya.

Khusus mengenai TKA, tim komisi IX menyarankan kepada pihak Pemda Morowali, Pemerintah Sulawesi Tenggara dan juga pemerintah pusat untuk segera membentuk unit Satgas Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Morowali agar keberadaan TKA baik di PT IMIP atau di perusahaan lain yang ada di Kabupaten Morowali bisa terpantau dan jika ada masalah bisa segera diselesaikan.

[tps_header](KIA/Palu Ekspres)[/tps_header]

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital