Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

40 Anggota Paskibraka Parimo Dikukuhkan

932da521-10dd-473e-acc0-f783d7e72bef

PALU EKSPRES, PARIGI – 40  anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Parigi Moutong tahun 2018 dikukuhkan oleh Bupati Parigi Moutong (Parimo), H Samsurizal Tombolotutu di auditorium Kantor Bupati, Rabu (15/8/2018) malam. 

40 Anggota Paskibraka yang terdiri dari 20 orang putra dan 20 putri ini adalah siswa siswi terbaik perwakilan dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Parigi Moutong.

Setelah 2 bulan mengikuti proses latihan, tiba saatnya mereka dikukuhkan dan akan bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka pada hari Jumat 17 Agustus 2018.

Bupati H Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya berpesan kepada 40 anggota Paskibraka ini untuk tetap berkonsentrasi pada tugas yang diberikan. Masih ada waktu satu hari untuk memperbaiki kekeliruan yang muncul pada saat proses latihan. Sebab menurutnya, jika hari H tiba, tidak ada lagi yang harus diperbaiki, semua sudah harus berkonsentrasi. “Ujian yang sesungguhnya adalah pada saat hari H bagaimana saudara berdiri tegak disaksikan oleh ribuan orang. Kuncinya harus konsentrasi. Kalau tidak pasti akan salah dalam melaksanakan tugas,” kata Samsurizal.

Dikatakannya, sebagai seorang anggota Paskibraka dituntut untuk selalu disipilin. Bupati berharap setelah melaksanakan tugas sebagai anggota Paskibraka harus kembali dan melibatkan diri dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.

“Saudara telah dipilih dari sekian banyak siswa siswi yang juga ingin seperti ini. Karena itu saya berharap setelah melaksanakan tugas ini, saudara kembali ke masyarakat dan melibatkan diri dalam setiap kegiatan masyarakat. Saudara harus menjadi kebanggaan di masyarakat,”pintanya

Sesuai keputusan pelatih, telah dipilih salah satu anggota Paskibraka untuk menjadi Komandan Pleton (Danton) pada saat upacara pengibaran bendera dan penurunan bendera.

Danton upacara pengibaran dan penurunan bendera dipercayakan kepada Akbar, siswa dari SMA Negeri 1 Parigi.

Sementara, untuk pembawa baki pada saat pengibaran bendera dipercayakan kepada Yunisa Tantu, siswi dari SMA Negeri 1 Sidoan dan pembawa baki pada saat upacara penurunan bendera sore hari dipercayakan kepada Gusti Ayu Chui, siswi dari SMA Negeri 1 Torue.

Faisal Mastura, salah satu pelatih senior Paskibraka Kabupaten Parigi Moutong mengatakan, waktu yang digunakan untuk melatih anggota Paskibraka Kabupaten Parigi Moutong tahun ini terbilang singkat, hanya sekitar 2 bulan. Padahal tahun sebelumnya latihan Paskibraka dilakukan 3 – 4 bulan. “Sepanjang sejarah saya melatih Paskibraka di Parigi Moutong nanti tahun ini waktu latihan hanya 2 bulan,”kata Faisal ditemui disela-sela acara pengukuhan itu.

Meski hanya 2 bulan, ia sangat yakin anak didikannya itu dapat melaksanakan tugas dengan baik pada saat hari H. “Sebelumnya memang ditanya ke kami pelatih. Apakah bisa waktunya hanya 2 bulan melatih anggota Paskibraka. Kami jawab bisa karena perbandingannya yang latihan di Istana saja hanya sekitar 16 hari. Itu yang membuat kami yakin. Mudah mudahan sampai hari H semua berjalan lancar,”harapnya.

(Jeprin/Humas Pemda Parimo)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital