Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Pendapatan Daerah Palu Berkurang Rp14 Miliar Lebih

 

PALU EKSPRES, PALU– Pendapatan daerah (PD) Kota Palu tahun 2018 dalam APBD perubahan turun sebesar Rp14miliar lebih. Sebelumnya pendapatan daerah ditarget Rp1,351 triliun lebih, namun tinggal menjadi Rp1,337 triliun lebih.

Pendapatan daerah dalam APBD perubahan 2018 ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun lebih. Dengan belanja daerah Rp1,4 triliun lebih dan pembiayaan daerah Rp97 miliar lebih.

Ketua Panitia khusus (Pansus) Ranperda APBD perubahan 2018, Hamsir, menyebut,  penurunan pendapatan daerah terjadi lantaran berkurangnya dana perimbangan. Yang semula ditarget sebesar Rp933,6 miliar lebih menjadi Rp917,2 miliar lebih. Atau berkurang sebesar Rp16,4 miliar lebih.

Penurunan juga terjadi pada pendapatan daerah lain-lain yang sah. Yang sebelumnya ditarget Rp134,1 miliar lebih menjadi Rp127,9 miliar lebih. Berkurang Rp6,2 miliar lebih.

Namun begitu kata dia, Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palu dalam Rancangan APBD perubahan tahun 2018 naik sebesar Rp8,6 miliar lebih. Sebelumnya PAD ditargetkan sebesar Rp283,2 miliar lebih lalu menjadi Rp292,9 miliar lebih.

“Kenaikan PAD ini kemungkinan besar terjadi pada sektor pajak daerah,”jelas Hamsir, Jumat 7 September 2018.

Hamsir berharap, penyusunan APBD perubahan di tahun tahun mendatang harus lebih teliti lagi. Utamanya soal penulisan angka-angka.

Dan, paling penting kata dia, terbangun kesesuaian dokumen rencana kerja anggaran (RKA) dari yang dibahas ditingkat komisi sampai dokumen yang akan masuk pembahasan badan anggaran (Banggar).

“Ada beberapa yang mengalami perubahan. Namun hanya kesalahan pengetikan. Sehingga kita perlu luruskan di tingkat Pansus,” pungkasnya.

Hasil pembahasan Ranperda yang dilaksanakan Pansus, resmi dibacakan dalam paripurna penyampaian laporan Pansus, Jumat 7 September 2018 kemarin.

Sesuai jadwal, sidang paripurna Jumat kemarin digelar maraton. Setelah laporan Pansus, dilanjutkan dengan tanggapan fraksi. Kemudian dilanjutkan lagi dengan agenda mendengarkan tanggapan Wali Kota Palu.

(mdi/palu ekspres).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital