Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

BPKP: Capaian Kinerja Pemkab Donggala Belum Optimal

PALU EKSPRES, DONGGALA – Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Sofyan Antonius mengatakan, capaian kinerja Pemerintah Kabupten Donggala belum optimal. Sehingga berdampak pada penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap laporan pengelolaan program daerah.

Pada kegiatan koordinasi Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah dengan Pemda Kabupaten Donggala, di Kasiromu, Kamis 6 September 2018 sore itu, Sofyan Antonius meminta komitmen kepala daerah beserta jajarannya untuk meningkatkan tata kelola kepemerintahan dan kinerjanya.

“Capaian kinerja Pemkab Donggala masih belum optimal. Masih jauh dari harapan yang diinginkan, opini dari WTP turun menjadi WDP, level maturitas SPIP masih level 1 dan kapabilitas APIP-nya masih berada pada level 2. Seharusnya bisa mencapai level 3 penuh. Kompetensi APIP masih belum memadai, evaluasi SAKIP B, Kompilasi data Siskeudes belum 100%, tingkat kinerja PDAM dan RSUD Kabelota juga masih belum sesuai harapan untuk berkontribusi bagi masyarakat,” kata Sofyan.

Sebagai mitra kepala daerah, lanjut Sofyan, BPKP siap membantu Pemda Kabupaten Donggala dengan berkoordinasi aktif terkait poin-poin yang harus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Donggala diminta serius dan komitmen.
Sofyan menyampaikan, opini WDP terhadap LKPD dari BPKP merupakan pekerjaan rumah buat Pemkab Donggala ke depannya.

Sementara itu, Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH kepada jajaranya menekankan, dibutuhkan niat baik untuk menyelesaikan segala permasalahan di Kabupaten Donggala. Terutama soal pengendalian internal dan pengawasan dari pemerintah. Jika hal itu bisa dilakukan dengam baik, Kasman optimis semua masalah bisa diatasi.

“Informasi dari kepala BPKP sangat berguna dan bermanfaat buat kita, apalagi kita dalam rangka menghadapi pemeriksaan.Terkait dengan apa yang disampaikan ini tidak terlepas dari bagaimana sistim pengendalian internal pemerintah yang di dalamnya adalah masuk pengawasan. Jika ini bisa kita lakukan dengan baik dan strategis, ini semua tergantung dari niat,” ujarnya.

Bupati Kasman Lassa juga mengajak kepada seluruh pimpinan OPD untuk bersama- sama berkonsultasi, terkait dengan persoalan yang berkaitan dengan kinerja, pengelolaan keuangan dan yang paling utama persoalan yang berkaitan dengan aset daerah.

(mg03/paalu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital