Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Kejari Tolitoli Tetapkan PPK  Proyek Pasar Salumbia Jadi Tersangka

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Kejaksaan Negeri ( Kejari) Tolitoli menetapakan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) berinisial R jadi tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Salumbia senilai Rp 9,5 miliar lebih di Dinas Perdagangan Tolitoli tahun anggaran 2016.

Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi SH di hadapan sejumlah wartawan, Senin (10/12/2018), menjelaskan, penetapan tersangka inisial R setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton pada Jumat pekan lalu. Kemudian dilakukan gelar perkara bersama Tim Kejaksaan, bahwa besar dugaan keterlibatan PPK pada proyek Pasar Salumbia yang didanai dari APBN tahun 2016 itu.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, PPK kemudian ditetapkan jadi tersangka,” kata Rustam Efendi yang baru dua bulan menjabat Kasi Pidsus Kejari Tolitoli.

Meskipun belum ada hasil perhitungan kerugian dari BPKP Sulteng, kata Rustam, dari hasil penyelidikan dan penyidikan proyek pembangunan Pasar Salumbia yang dilaksanakan oleh PT. Dwipa Perksa itu, indikasi kerugian negara mencapai Ro 500 juta lebih.
” Hasil peyidikan tim jaksa indikasi kerugian negara capai Rp 500 juta lebih, dan Kami tetap masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP Sulteng,” ungkapnya.

Rustam menyatakan, bahwa dengan ditetapkannya PPK sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Bahkan pihaknya optimis pekan depan ada yang kembali ditetapkan jadi tersangka.
“Yang jelas pekan depan kami akan mentapkan tersangka lain, apakah dari pihak pelaksana atau dari pihak Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Ia menjelaskan pekerjaan fisik pembangunan Pasar Salumbia merupakan kegiatan pada Dinas Perdagangan Tolitoli dengan nilai kontrak Rp 9,5 miliar lebih. Dalam pelaksanaannya, fisiknya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume dan rencana anggaran biaya yang tercantum dalam kontrak kerja.

Atas perbuatannya, maka sangat kuat dugaan tersangka melakukan tindakan penyalahgunaan atau korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana telahe diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001.

(mg6/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital