Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Warga Menginginkan Rekonstruksi, Bukan Relokasi

PALU EKSPRES, SIGI–  Informasi yang beredar saat ini bahwa kriteria warga yang menghuni hunian tetap (Huntap) nantinya, dipersyaratkan harus dari penghuni huntara sebelumnya.
“Kalau informasi itu benar adanya tentu itu tidak adil. Sebab banyak warga khususnya warga Desa Mpanau yang hancur rumahnya tapi tidak mau tinggal di Huntara dengan alasan ada harta benda dan hewan ternak yang dijaga. Untuk itu pemerintah harus memperjelas kriteria yang nantinya mendapatkan Huntap, ” kata Kepala Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru, Muhamad Rifdal kepada Palu Ekspres, Selasa (15/1/2019).

Jangankan ke Huntap kata Rifdal, ke huntara saja sebagian warga di wilayah desa yang dipimpinnya menolak.
“Kalau mau ke huntap beredar lagi isu tanah milik warga yang ditinggalkan akan menjadi milik pemerintah. Itu semua lagi yang jadi kekhawatiran masyarakat kalau mau tinggal di Huntap,” kata Rifdal.

Ia menyesalkan timbulnya aksi penolakan sebagian warganya itu karena minimnya sosialiasi pemerintah tentang Huntap. Akibatnya, banyaknya isu atau informasi yang tidak jelas beredar ditengah masyarakat saat ini.
“Yang jelas harapan masyarakat itu keinginanya rekonstruksi bukan relokasi,” tegasnya.

Sekaitan dengan pembangunan huntara, Rifdal mengakui jika saat ini pihaknya fokus mengenjot percepatan pembangunan Huntara di Desa Mpanau.
Pasalnya, masih banyak unit Huntara yang belum tuntas. “Yah bagaimanapun caranya kami mengusahakan secepatnya warga Desa Mpanau dapat menghuni Huntara. Sebab, saat ini kondisi tempat pengungsian warga sudah banyak yang memprihatinkan terkena hujan dan terik matahari,” ujarnya.

Dia mengakui, baru 17 unit Huntara yang bisa ditempati dari 860 unit Huntara yang akan dibangun di Desa Mpanau. 1 unit Huntara ada 12 bilik. “Saat ini masih dalam proses pembangunan dan mudah-mudahan saja pada bulan ini pembangunan Huntara di Desa Mpanau sudah selesai,” harapnya.

(mg4/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital