Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Pemkot Palu Terbitkan 2.681 Akte Kematian Korban Bencana

PALU EKSPRES, PALU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu telah menerbitkan sedikitnya 2.681 akte kematian bagi korban meninggal dunia akibat bencana 28 September 2018 silam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dukcapil Palu Alfrin Magdalena menjelaskan, pihaknya terus menunggu laporan keluarga korban untuk bermohon akte kematian. Sebab dokumen itu merupakan syarat utama bagi ahli waris dalam mendapatkan bantuan dana santunan dari pemerintah.

Berangkat dari data korban jiwa yang diterbitkan Bappeda Palu, sesungguhnya kata Alfrin, jumlah korban meninggal dunia yang belum diterbitkan akte kematian jumlahnya semakin mengecil.

Berdasarkan data korban jiwa tahap pertama yaitu sebesar 3.679. terdiri dari meninggal dunia sebanyak 2.131 dan korban hilang sebanyak 532.
Sedangkan yang terdata dikuburkan secara massal massal tanpa identitas sebanyak 1.016.

Sementara data tahap dua, jumlah korban jiwa sebanyak 515. Yakni sebanyak 479 meninggal dunia dan 39 orang berstatus hilang.

Dalam menghitung berapa sesungguhnya akte yang telah diterbitkan bagi korban bencana,
Pihaknya jelas Alfrin hanya mengacu data dari jumlah korban meninggal dunia.
Bukan korban yang dilaporkan hilang atau tanpa identitas.

Kalaupun kemudian, ada korban hilang yang dimohonkan oleh keluarga untuk mendapatkan akte, maka pihaknya harus memastikan adanya surat keterangan kematian dari kelurahan.

“Jadi semua yang dimohonkan ke dinas itu dalam posisi laporan meninggal dunia,”kata Alfrin, Jumat 8 Maret 2019.

Karenanya, jumlah korban meninggal dunia tahap satu dan dua jika ditambahkan, jumlahnya hanya 2.607. Apabila jumlah 2.607 ini dikurangi dengan jumlah akte kematian yang telah diterbitkan yakni 2.681 maka korban meninggal dunia di Kota Palu yang sudah berakte sebenarnya sudah kelebihan sebanyak 74 akte.

“Dugaan kami kelebihan ini mungkin data dari korban yang tercatat hilang atau dilaporkan tanpa identitas yang kemudian juga bermohon akte kematian,”jelas Alfrin, Jumat 8 Maret 2019.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kota Palu mengajukan sebanyak 1.383 orang ahli waris korban sebagai penerima santunan duka tahap pertama. Jumlah ini adalah jumlah ahli waris yang telah melengkapi dokumen persyaratan dan sudah melalui verifikasi dan validasi.

(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital