Senin, 28 September 2026
Palu  

715 Ribu Penduduk Belum Akses Layanan Keuangan

BERSAMA WALI KOTA PALU – Ketua OJK Sulteng M Syukri bersama Wali Kota Palu Hidayat M.Si.

PALU,PE – Sekitar 715 ribu atau 34.92 persen penduduk di wilayah Sulteng terdata belum  mengakses layanan keuangan pada lembaga keuangan formal. Jumlah penduduk Sulteng sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng sebanyak 2.050.429 jiwa dengan usia diatas 15 tahun.

Secara umum,  survey literasi keuangan OJK tahun 2016, indeks literasi keuangan Indonesia berada pada angka 29.66 persen  dengan indeks inklusi keuangan sebesar 67.82persen. Di Sulteng,  indeks literasi berada di angka 22.55 persen dan indeks inklusi sebesar 65.09 persen.

Jika dibandingkan dengan survey yang sama pada tahun 2013, secara garis besar masing-masing indeks literasi dan inklusi keuangan mengalami peningkatan secara berurutan 4persen untuk indeks literasi dan 30 persen untuk survei indeks inklusi. Dimana pada tahun 2013, survei indkes literasi hanya sebesar 18.5persen dan indeks Inklusi sebesar 35persen.

Hal itu dijelaskan Ketua OJK Sulteng M Syukri sebagai gambaran untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim percepatan akses keuangan daerah (TPKAD) Sulteng untuk tahun 2017.

Rendahnya akses keuangan itu menurut Syukri tergambar dari rasio rekening simpanan terhadap jumlah penduduk. Dari data Bank Indonesia (BI) Sulteng, periode September 2016, rasio rekening simpanan terhadap jumlah penduduk adalah 62.58persen serta rasio rekening kredit terhadap jumlah penduduk adalah 8.82persen.

“Data itu, terutama rasio kredit terhadap jumlah penduduk, menunjukkan masih terdapat gap akses keuangan yang perlu mendapat perhatian serius dari OJK dan pemerintah daerah,”kata M Syukri.

Akses keuangan menurutnya salahsatu  variabel utama dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Akses yang mudah terhadap layanan lembaga keuangan formal dalam bentuk simpanan dan kredit/pembiayaan produktif menjadi instrumen penting dalam meningka tkan taraf hidup masyarakat.

“Isu akses keuangan menjadi perhatian pemerintah dalam mewujudkan ketahanan perekonomian nasional,”jelasnya.

Hal itu juga sejalan  dengan rencana  Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Salah satu sasaran penguatan sektor keuangan dalam lima tahun mendatang adalah meningkatnya akses masyarakat dan UMKM terhadap layanan jasa keuangan formal dalam kerangka pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholders yang dibentuk dengan tujuan melakukan upaya-upaya percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka III mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Dia menjelaskan, sasaran strategis TPAKD Sulteng adalah meningkatnya akses pembiayaan Lembaga Jasa Keuangan kepada sektor produktif sesuai karakteristik daerah serta terciptanya akses terhadap Lembaga Jasa Keuangan yang mudah, murah, dan cepat bagi masyarakat.

“Dalam pelaksanaan program kerja TPAKD Sulteng  tahun 2016 memang terdapat beberapa tantangan yang akan menjadi bahan evaluasi penyempurnaan program kerja tahun 2017,”demikian M Syukri. (mdi).

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam