Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Nadim, Teruslah Mendobrak

Oleh : Nur SANGADJI  (muhdrezas@yahoo.com)

 

BAGIAN II

Sekarang, mari kita menyoal kata-kata “hidup di era”.  Nadim bilang, kita hidup di era di mana ijasah tidak menjamin kompetensi. Di sini kita bicara tentang dimensi waktu. Ada dua kondisi waktu yang berbeda tentang objek yang dinilai. Kongkrit atau sedikit vulgar. Hemat saya, beliau mau bilang, dahulu kala bagus, tapi sekarang..? Kira-kira begitulah cara saya membacanya. 

Gelar tidak menjamin kompetensi. Lagi-lagi, ini pernyataan yang oratoris dan sangat biasa, dengan alasan. Pertama, menunjukkan fakta bahwa ada atau banyak  lulusan kita yang tidak kompeten bukan..?.  Kedua, mendorong kita  agar proses edukasi di dunia akademik dipacu dengan sungguh-sungguh. 

Sebagai guru, saya tidak perlu malu mengakuinya. Ambilah contoh, satu saja. Bahasa Inggeris yang diajarkan selama minimal 12 tahun sejak SMP.  Apa yang telah diperoleh murid dan mahasiswa kita ? Saya menduga kurang dari 10 persen anak anak Indonesia bisa berbahasa Inggeris dengan baik. Padahal, mereka semua telah mengantongi ijasah.

*******

Bandingkan, anak-anak Malaysia yang sekolah ke luar negeri. Mereka langsung masuk ke ruang kuliah. Sementara, anak-anak kita mencari tempat kursus bahasa lagi. Memang, mereka negeri “Commenwealth nation”. Tapi, bukankah Inggeris sudah lama pergi. Masalahnya, ada pada teknik mengajar dan pembiasaannya. Anak-anak kita, akhirnya kalah berkompetisi dengan waktu. 

Selanjutnya, mohon maaf, sedikit subjektif. Saya dan kawan-kawan yang belajar bahasa Prancis tahun 1994 di CCF (centre culture Francais) yang telah berubah menjadi IFI (institute Francais d’Indonesie).  Belajar 3 bulan, dinyatakan lulus, langsung studi ke Prancis. Semua sudah sukses. Ada yang telah Professor, Dekan, Rektor bahkan Atase Pendidikan di UNESCO yang sekarang. Sementara Bahasa Perancis dalam pikiran saya, lebih sulit dari bahasa Inggeris. 

Tiga bulan belajar bahasa Perancis, sandingkan dengan 12 tahun belajar bahasa Inggeris. Lantas, apa yang keliru dan perlu dibenahi di sini..? Pikir saya, konsep, strategi, teknik,  dan atmosfir pembelajaran.

*******

Saya berpandangan bahwa pada saat lulus SD,  anak-anak sudah bisa bercakap bahasa Inggeris. Dua anak dari sahabat saya, Dosen Tadulako yang besar di Jerman, selama hanya kurang lebih 3 tahun. Mereka berdua bisa fasih berbahasa Inggeris. Dan ingat, Jerman bukanlah negara berbahasa Inggeris. Anak-anak itu pun masih taman kanak-kanak. Mereka malah yang selalu memperbaiki “pronounsation” sang ayahnya.  Satu keluarga ini, akhirnya bisa berbahasa Jerman dan Inggeris saat pulang ke Palu. 

Karena itu,  ketika Nadim bilang, bahasa Inggeris ini tuntas di SD. Saya sangat memaklumi. Tapi, saya toleransikan untuk SMP dan SMA, lanjutankan bahasa Inggerisnya pada “writing and grammar”. Sedangkan, “conversation and reading” sudah matang saat SD. 

Waktu, belajar bahasa Perancis, guru saya (madame Anna), di Montpelier, Perancis Selatan pernah bilang. Pemahaman terhadap grammar akan mengikuti kemampuan percakapan kita. Karena itu, jangan terlalu mengkuatirkannya. Saya membuktikan kebenaran kata-kata beliau beberapa waktu kemudian.  Fakta lainnya, kita dan orang Inggeris yang sudah hebat berbahasa Indonesia dan Inggeris. Bila diuji  tentang grammar masing-masing bahasa tersebut, saya yakin belum tentu lulus. 

*******

Atas semua ini, saya berkeyakinan, kesalahan kita adalah mengajarkan grammar ini pada hari pertama anak kita belajar bahasa. Kesalahan kedua, dengan demikian, kita sesungguhnya tidak mengajari bahasa Inggeris. Namun, mangajari mereka menjadi ahli bahasa Inggeris. Dan konsekwensinya, yang bisa pasti hanya sedikit. 

Tidak percaya ? Coba periksa ahli apa saja di seluruh dunia ini. Selalu hanya sedikit. Semua orang Inggeris, bisa berbahasa Inggeris. Tapi, yang ahli bahasa Inggeris di tanah Inggeris sendiri, tidaklah banyak. Begitu juga, di Indonesia yang semua orang relatif bisa berbahasa Indonesia. Ahli bahasa Indonesia yang kita ingat hingga kini, hanya satu orang. Dialah, Yusup Syarif Badudu yang populer dipanggil Yus Badudu  asal Gorontalo. 

*******

Ini baru urusan bahasa Inggeris. Bagaimana dengan kedokteran. Teknik, sosial politik, pertanian dan seterusnya. Kita bahkan akan memproduksi malapetaka yang lebih dahsyat. Apalagi kalau proses akademiknya  dirancang dengan curang berbau mafioso (academic crime). Bayangkan, kampus akan melahirkan dokter yang rajin bikin mal praktek. Ahli konstruksi bangunan yang rawan rontok, dan seterusnya. (Bersambung ke Bahagian III). ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam