Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Data 238 WNI yang Direhabilitasi di Natuna, 2 Orang dari Sulteng

PALU EKSPRES, NATUNA – Proses observasi WNI yang dievakuasi dari Tiongkok di Natuna bakal berakhir 15 Februari. Dari 238 WNI dari Negeri Panda itu, 68 orang berasal dari Jawa Timur.

“Paling banyak dari Jawa Timur, 68 orang, selebihnya tidak sebanyak itu, seperti Lampung satu, dan lainnya, ada datanya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto kepada Antara, Kamis (13/2/2020).

Pria yang akrab disapa Yuri tersebut menyatakan, sebagian besar WNI yang diobservasi adalah mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan.
Baca Juga:

Kabar Gembira Tentang Hasil Observasi 238 WNI di Natuna

“Warga yang diobservasi sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi. Perempuan 158 orang dan laki-laki 80 orang dengan usia termuda lima tahun dan usia tertua 64 tahun. Kemudian dari tim KBRI lima orang, Tim penjemput 24 orang, dan awak Batik Air 18 orang,” ujar Yuri.

Pesawat yang akan mengantarkan WNI ke Lanud Halim Perdanakusuma akan berangkat pada tujuh pagi dari Jakarta menuju Natuna. Jumlah pesawat yang digunakan sama dengan pesawat yang menjemput WNI dari Batam ke Natuna, yakni dua boeing 737 dan 1 Hercules.

Berikut di bawah ini data sementara provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok, yang dilansir Antara. (antara/jpnn)

Provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Hubei Tiongkok:
Aceh 12 orang
Bali 2 orang
Banten 6 orang
Bengkulu 2 orang
DI. Yogyakarta 2 orang
DKI Jakarta 12 orang
Gorontalo 1 orang
Jakarta 1 orang
Jambi 5 orang
Jawa Barat 13 orang
Jawa Tengah 9 orang
Jawa Timur 68 orang
Kalimantan Barat 4 orang
Kalimantan Selatan 7 orang
Kalimantan Tengah 4 orang
Kalimantan Timur 14 orang
Kalimantan Utara 21 orang
Kepulauan Riau 2 orang
Lampung 1 orang
NTB 3 orang
Papua 6 orang
Papua Barat 8 orang
Riau 6 orang
Sulawesi Barat 2 orang
Sulawesi Selatan 17 orang
Sulawesi Tengah 2 orang
Sulawesi Tenggara 4 orang
Sumatera Barat 1 orang
Sumatera Selatan 1 orang
Sumatera Utara 2 orang

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital