Selasa, 29 September 2026
Palu  

PNS Baru Diharap Gaungkan Program Banggakencana

BKKBN

PALU EKSPRES, PALU– Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Maria Ernawati menaruh harapan besar rebranding program BKKBN bisa bergaung secara luas dimasyarakat. Yakni program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana). Ini merupakan rebranding dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluaraga (KKBPK).

Harapan itu ia kemukakan usai mengambil sumpah janji/jabatan 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru lingkup BKKBN Sulteng, Rabu 11 Maret 2020.

Proses pelantikan ini harap Maria dapat menambah motivasi dan dapat terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja.

“Kami menunggu kontribusi dalam menyukseskan program Banggakencana agar semakin terdengar gaungnya di masyarakat Indonesia,”harap Maria Ernawati.

PNS baru lingkup BKKBN Sulteng menurutnya adalah generasi-generasi milenial yang penuh inovasi dengan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan efektifltas dan efesiensi pelayanan, demi terwujudnya pelayanan prima di lingkungan BKKBN.

Dia meminta para PNS menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) yang positif. Mengubah paradigma bahwa “PNS itu melayani bukan dilayani”. Serta berharap menjadi PNS yang senantiasa berorientasi pada kepentingan publik, bangsa dan Negara.

PNS kata Maria Ernawati sangat berperan sebagai pemersatu dan perekat bangsa karena telah secara sukerela dan sadar menjadikan dirinya sebagai abdi negara. Dengan begitu, PNS akan turut andil memperjuangkan tujuan NKRI dan tujuan pembangunan nasional.

“Dari lubuk hati kita yang dalam untuk selalu menanamkan jiwa-jiwa melayani walaupun nantinya saudara-saudara sudah di tingkatan yang lebih tinggi,”ujarnya.

Iapun berharap para PNS baru menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

“Jadilah PNS tangguh, berintegritas dan kreatif serta tumbahkan rasa cinta dan kebanggaan pada lnstansi BKKBN kita,”ujarnya.

Sebelum dilantik para PNS telah melalui prajabatan dengan berbagai tahapan. Diawali orientasi selama 7 (tujuh) hari di Rindam Hasanuddin. Dalam orientasi ini, CPNS diberikan bekal bela negara dan informasi awal mengenai program Banggakencana.

Kemudian mengikuti Latsar oleh Pusdiklat KKB pada September sampai Desember 2019 di Balitbang Perwakilan BKKBN D.I Yogyakarta. Balai Diklat Cirebon, Bogor dan Balai Diklat Donggala. Selanjutnya magang lapangan serentak pada 13 Januari sampai 6 Maret 2020 di Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Maria menjelaskan, magang CPNS didampingi mentor dari PKB masing-masing kabupaten. Outputnya CPNS dapat menghasilkan masing-masing 10 akseptor KB. Terdiri dari metode jangka panjang sebanyak 6 orang, dan metode jangka pendek 4 akseptor.

“Kegiatan lapangan tersebut diharap dapat membantu mendukung rebranding BKKBN yaitu dengan menjadi motivator program Banggakencana,”katanyam

Pola karir ASN lanjut dia dibangun mulai dari pertama posisi/jenis jabatan ASN direkrut dan ditempatkan. Jabatan ASN terdiri dari jabatan teknis /fungsional dan manajerial. Yaitu administrasi serta pimpinan tinggi. PNS dapat menduduki jabatan administrasi dan fungsional serta pimpinan tinggi.

“Mengapa perlu persiapan panjang menjadi PNS. Agar nantinya terbentuk  mindset melayani sebagai abdi negara dan masyarakat,”papar Ernawati.

PNS yang menduduki jabatan fungsional level pertama atau PNS yang menduduki jabatan administrasi pada level pelaksana, secara vertical bila memenuhi syarat kualiflkasi, kompetensi, prestasi kerja dan integritas dapat dinaikkan pada jenjang level jabatan secara vertical diatasnya (antar level jabatan fungsional dan antar level jabatan manajerial).

Bahwa secara horisontal, setiap PNS dapat dipindahkan antar level jabatan yang sama (dari jabatan Manajerial ke jabatan Manajerial dan antar sesama jabatan Fungsional).

Kemudian secara diagonal setiap PNS dapat dipindahkan antar jabatan lain (dari Fungsioanal ke Manajerial dan sebaliknya) baik yang sejajar pada masing-masing level jabatannya atau lebih tinggi.

“Perpindahan karier ini terpola antar instansi pemerintah, bisa antar pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.  Dan sebaliknya sesuai rumpun jabatan,”demikian Maria Ernawati.(*/mdi/palu ekspres)

302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.