Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

DPRD Tolitoli Sikapi Tambang Batuan PT Rajawali

Warga sedang mengukur jarak lokasi tambang galian C milik PT Rajawali dengan lokasi jembatan. Foto: Ramlan/PE

TOLITOLI, PE – DPRD Kabupaten Tolitoli bakal melakukan koordinasi lintas komisi terkait pertambang batuan PT Rajawali yang disebut warga aktivitasnya serampangan di sungai Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.
“Terkait tambang batuan galian C milik PT Rajawali di Tinigi yang dikeluhkan warga itu tentu kami di DPRD akan dibahas lintas komisi pada RDP,” kata Ketua Komisi C DPRD Tolitoli, Moh Saleh Kani dihubungi via telepon, Selasa (23/06/2020).
Keluhan warga mengenai pertambangan batuan di Tinigi telah disikapi serius oleh pihak DPRD Tolitoli. Hal itu dibuktikan dengan turunnya wakil rakyat itu ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi. Bahkan katanya, bersama pimpinan hingga anggota DPRD lainnya bertatatap muka dengan pemerintah desa setempat untuk mengetahui soal luasan areal perijinan tambang yang dikantongi PT Rajawali kepada Kepala Desa Tinigi.
“Ternyata soal perijinan PT Rajawali tidak diketahui Kades, karena kopiannya tidak sampai di tangannya,” kata Saleh.
Untuk bukti keseriusan tersebut lanjut Saleh, DPRD akan melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan pihak pemegang ijin sesuai permintaan masyarakat Desa Tinigi melalui surat permohonan RDP nanti.
“Kita menunggu surat yang dilayangkan warga Tinigi untuk RDP,” katanya.
Diketahui, lokasi pertambangan batuan galian C yang dikuasai Bolong PT Rajawali di Desa Tinigi dari fasilitas umum (Jembatan) hanya berjarak 300 meter.
“Setelah kami tarik meter ternyata areal tambang batuan milik bolong di Tinigi dari jembatan dekat sekali hanya 300 meter saja,” kata Senggo, warga Tinigi.
Menurutnya, kegiatan pertambangan PT Rajawali tersebut di Desa Tinigi keberadaannya tidak menjadi soal, asalkan dalam pengelolaannya mengikuti aturan yang berlaku seperti yang tertera di dalam UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 bersarkan dokumen Surat Ijin Usaha Pertambangan yang dikantongi perusahaan itu.
“Asal taat aturan, tambang batuan PT Rajawali itu di Tinigi kami tidak persoalkan,” tutur Senggo.
Hanya yang disesalkan sebagian besar warga soal tambang tersebut berkaitan dengan cara penggalian Pasir Batu (Sirtu) yang terkesan tidak peduli lagi dengan fasilitas umum karena jaraknya sudah sangat dekat dari jembatan.
“Alat berat yang menggali Sirtu sudah melampaui batas ijin yang diberikan pihak ESDM, yang tadi hak perusahaan hanya 1 km dari jembatan sekarang tinggal 300 meter dari jembatan,” sebut senggo.
Jembatan yang berdekatan dengan lokasi tambang tersebut kini putus sejak tiga tahun lalu, karena pihak perusahaan tersebut terindikasi telah mengabaikan dampak lingkungan berdasarkan rekomendasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tolitoli. (mg5/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital