Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Orangnya dalam Penjara, tapi Masih Menang Pilkada

JAKARTA, PE – Bupati Buton nonaktif Samsu Umar Abdul Samiun memang tengah tersandung kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Umar Samiun menjadi tersangka kasus dugaan suap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Ketua DPW PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) itu menjadi tahanan KPK di Rutan Guntur sejak 26 Januari 2017 setelah sehari sebelumnya diamankan saat baru turun dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta.

Nah, tanggal 15 Februari 2017 kemarin, Kabupaten Buton termasuk salah satu daerah dari 101 daerah yang menjadi peserta Pilkada Serentak. Kabupaten Buton dalam pesta rakyat lima tahunan sekali ini hanya melahirkan satu pasangan calon, yakni Samsu Umar Abdul Samiun – La Bakry atau yang lebih dikenal dengan jargon Oemar-Bakry.

Pasangan ini diusung oleh setidaknya ada 7 partai politik, minus PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sebelumnya sempat mengusung H Hamin atau yang lebih dikenal dengan La Rengke berpasangan dengan Farid Bachmid. Namun, akhirnya pasangan ini dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon bupati oleh KPUD Kabupaten Buton.

Dengan keputusan KPUD Buton tersebut, akhirnya pasangan Oemar-Bakry dinobatkan sebagai calon tunggal yang berhadapan dengan kotak kosong.

Pasca digugurkannya H Hamin-Farid Bachmid oleh KPUD Buton, para pendukungnya selanjutnya mengalihkan dukungan dan bahkan mengkampanyekan untuk memilih kotak kosong.

Bahkan, banyak spanduk-spanduk bertebaran dibeberapa wilayah yang mengajak masyarakat untuk memilih kotak kosong. Hal ini sedikit menguntungkan kotak kosong mengingat Umar Samiun sejak Oktober 2016 telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 26 Januari 2017 yang tinggal menghitung hari menghadapi hari H Pilkada.

Dalam pemungutan suara, hasilnya Oemar-Bakry keluar sebagai pemenang. Dari hasil yang tertera di laman KPUD Buton, Oemar-Bakry unggul di 5 kecamatan dari total 7 kecamatan di Buton dengan total 213 TPS. Calon tunggal ini memperoleh suara 27.512 (55.08 %) dan kotak kosong 22.438 (44.92 %).

Jika saja Umar Samiun tidak terjerat kasus hukum, hasil ini tentunya masih jauh dari harapan. Oemar-Bakry bisa saja unggul lebih banyak dari kotak kosong. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 80 persen suara atau lebih.

Akan tetapi, inilah hasilnya. Omar-Bakry keluar sebagai pemenang meski diserang dengan kampanye-kampanye kotak kosong.

Umar Samiun memang berada dibalik jeruji besi. Jauh dari hiruk pikuk keramaian, pandangan mata yang terbatas karena sempitnya ruang tahanan. Yang lebih menyedihkan lagi jauh dari istri, anak-anaknya, orang tua, kakak dan adik-adiknya, serta masyarakat Kabupaten Buton yang tentunya sangat dicintainya.

Meski dengan status Umar Samiun saat ini, yang perlu diketahui masyarakat Kabupaten Buton masih sangat mencintainya, masih berharap Buton dipimpin oleh Oemar-Bakry. Ini dibuktikan dengan hasil Pilkada Kabupaten Buton. Oemar-Bakry, Bupati dan Wakil Bupati Buton periode 2017-2022. Selamat buat Oemar-Bakry…

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital