PALU EKSPRES, PALU – Indeks pembangunan manusia (IPM) Sulawesi Tengah terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2020. Kurun waktu 10 tahun, IPM Sulawesi Tengah meningkat dari 63,29 pada tahun 2010 menjadi 69,55 pada tahun 2020 atau rata-rata tumbuh sebesar 0,95 persen per tahun.
Pada 2020, IPM Sulawesi Tengah tumbuh 0,07 persen, melambat dibandingkan dengan kenaikan pada 2019 yang tumbuh sebesar 0,90 persen. Meskipun selama periode 2010 hingga 2020, IPM Sulawesi Tengah menunjukkan kemajuan yang besar, namun status pembangunan manusia Sulawesi Tengah masih sama.
“IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang, di mana hingga saat ini, pembangunan manusia Sulawesi Tengah masih berstatus sedang, yang disandang sejak tahun 2010,” kata Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk saat press rilis BPS melalui virtual, Senin (4/1/2021).
Dumangar menjelaskan, angka IPM Sulawesi Tengah saat ini masih berada di bawah angka IPM Nasional yang sebesar 71, 94. Apabila dibandingkan dengan 10 provinsi di Sulampua, IPM Sulawesi Tengah menempati posisi keempat. Sulawesi Utara di urutan pertama dengan IPM sebesar 72.93, disusul Sulawesi Selatan dengan IPM 71.93, kemudian IPM Sulawesi Tenggara sebesar 71.45.
Penjelasan lebih rinci mengenai capaian IPM Sulteng dijelaskan oleh Dumangar.
Ia mengatakan, pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Oleh karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya. Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing komponen IPM juga menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Misalnya, umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selama periode 2010 hingga 2020, Sulawesi Tengah telah berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup saat lahir rata-rata tumbuh sebesar 0,39 persen per tahun selama periode tersebut. Pada tahun 2010, Angka Harapan Hidup saat lahir di Sulawesi Tengah sebesar 66,07 tahun, dan pada tahun 2020 naik menjadi 68,69 tahun.
Sedangkan pengeluaran per kapita pertahun selama periode 210-2020 rata-rata tumbuh 1,58 persen. Pengeluaran per kapita 2010 sebesar Rp7,988 Juta pertahun dan 2020 sebesar Rp9,335 Juta per tahun atau Rp777,916 Ribu per Bulan.
Sementara itu, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (EYS) dan Rata-rata Lama Sekolah (MYS). Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2018, Harapan Lama Sekolah di Sulawesi Tengah rata-rata tumbuh 1,67 persen, sementara Rata-rata Lama Sekolah tumbuh 1,45 persen.
Meningkatnya Harapan Lama Sekolah menjadi sinyal positif bahwa semakin tinggi partisipasi penduduk yang bersekolah. Di tahun 2020, Harapan Lama Sekolah di Sulawesi Tengah telah mencapai 13,17 tahun yang berarti bahwa anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus D1 atau telah masuk di D2.
Sementara itu, rata-rata Lama Sekolah di Sulawesi Tengah pada tahun 2020 tercatat 8,83 tahun. Pertumbuhan dimensi pendidikan yang positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia Sulawesi Tengah yang lebih baik.
Hingga tahun 2020, secara rata-rata penduduk Sulawesi Tengah berusia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan hingga kelas IX (SMP kelas III). (bid/palu ekspres)
Pengeluaran per Kapita Warga Sulteng Rp777,91 Ribu per Bulan






