Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Masih Ada Juga Menelpon di Saat Pesawat Lepas Landas

Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo

Di pagi hari, medio Februari tahun 2021, pesawat Batik Air, ID 6561 Palu – Jakarta lepas landas sesuai jadwal, pukul 7.00 Wita.

Proses verifikasi dokumen antara lain bukti rapid anti gen tidak lama, boleh jadi hampir semua sudah memahami. Sayangnya biaya rapid antigen dinilai masih mahal, 275 ribu rupiah per test. Padahal harga cheker rapid (stick) sekitar 50 ribu rupiah .

Penumpang di pagi itu agak padat karena hanya satu penerbangan direct tujuan Jakarta. Saya chek in agak akhir dan minta nomor seat yang kursi tengahnya tidak terisi sebagai bentuk prokes Covid 19, save distancing, dan mendapat seat nomor 29 D-lorong.

Tetangga deretan seat saya, 29 F-Jendela, seorang anak muda usia diperkirakan berumur sekitar 20 tahunan. Sekilas tampilannya terpelajar, karena gayanya gaul, potongan rambut model terkini dan berbadan atletis, bawa tas rangsel kulit serta terselip laptop terkini berwarna milenial .

Awalnya, saya menaruh simpati kepadanya. Inilah generasi penerus harapan bangsa, akan membawa negeri ini, sebagai negara maju di tahun 2045, dengan PDB US$ 7 triliun dolar, meningkat 7 kali dari PDB saat ini.

Rasa simpati itu mulai berkurang di saat Batik Air didorong oleh push car, si pemuda tadi terus menelpon menggunakan headset bluetooth terkini, dan dari jarak beberapa meter memang tidak akan terlihat oleh crew pesawat bahwasanya dia sedang menelepon, karena suara cukup setengah berbisik.

Di saat pesawat siap berpacu di runway, yang bersangkutan masih saja menelpon, padahal crew telah mengumumkan sebelumnya agar seluruh alat komunikasi, termasuk HP , segera dinonaktifkan. Bahkan, di depannya terpasang sticker HP tanda cross. Artinya, tidak boleh diaktifkan apalagi menelpon.

HP atau ponsel yang menyala saat berada di dalam pesawat dapat memantulkan sinyal dari beberapa menara operator seluler yang dilewati pesawat, sehingga mampu mengirimkan sinyal yang jauh lebih kuat. Dan ini merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi komunikasi dengan menara kontrol bandara, berujung pada jaminan keselamatan crew dan penumpang pesawat.

Saya akhirnya sengaja berbatuk kecil beberapa kali, dan berharap yang bersangkutan paham dan segera menutup ponselnya, agar resiko gangguan komunikasi pilot dan menara kontrol diminimalkan.

Saya agak naik tensi, ketika yang bersangkutan tetap menelpon, sedangkan pesawat Batik sedang berpacu dan segera lepas landas. Dan kemudian saya bersuara:” Hallo.. Hallo….”Namun belum diindahkan.

Mungkin karena sedang “ asyik” dengan yang ditelepon boleh jadi sedang kasmaran.  Apalagi telah mengaktifkan fasilitas vidio call, si anak muda tersebut tetap saja berkomunikasi, seakan berada di ruang publik terbuka.

Akhirnya dengan terpaksa saya mencolek anak muda itu, disertai bahasa isyarat bahwa ulahnya bisa mengancam keselamatan pesawat ini. Dan akhirnya buru- buru  dia menonaktifkan ponsel androidnya.

Saya kemudian bertanya padanya. Dek hendak ke mana? Mau turun di sini, Jakarta katanya. Itu paspor untuk apa tanya saya ?. Oh saya belum ada KTP om, karena belum cukup 17 tahun. Saya baru kelas satu SMA. Ohh… saya melongo dan pantas saja kepedulian masih kurang.

Dari kasus di atas memberi kesan kepada kita bahwa proses edukasi dan transformasi di Pendidikan anak usia dini, PAUD, pendidikan dasar dan menengah terkait etika atau tata tertib dalam perjalanan sudah harus dimasukkan sebagai konten kurikulum. Demikian juga dalam pendidikan di lingkungan keluarga.

Ada kekuatiran bila persoalan etika tidak menjadi prioritas, perhatian dan diseriusi, maka generasi Y dan Z yang tergabung dalam milenial generasi akan kalah bersaing dengan generasi milenial bangsa lain, karena persoalan attitude.

Pengalaman panjang menunjukkan bahwa penerapan budaya antri, tertib dan disiplin yang sulit di negeri ini, menurut sejumlah ahli lebih dipengaruhi oleh kualitas edukasi pembentukan attitude di tingkat PAUD, Dasar maupun Menengah.

Sejunlah orang berharap banyak dan yakin bahwa Gubernur Terpilih Rusdy Mastura akan memberikan perhatian bagi kualitas pendidikan di Provinsi Sulteng. Ini tercermin dari program di bidang pendidikan di saat beliau menjabat sebagai walikota Palu dua priode, kata sejumlah pengamat yang diminta pandangannya. SEMOGA

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital