Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Ketua DPRD Parimo: Belanja Barang dan Jasa Itu Tidak Wajib

Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto. Foto: Aswadin/PE

PALUEKSPRES, PARIMO– Ketua DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto mengatakan, kebijakan makro di tahun 2022 diperkirakan ada peningkatan dari sektor ekonomi. Artinya, harus berbarengan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita berbicara soal postur asumsi pendapatan Dana Alokasi Umum (DAU), PAD, pendapatan transfer dari Dana Alokasi Khusus dan lain-lain, setelah itu baru kita bicarakan tentang makro daerah sinkron tidak, makro daerah dengan makro nasional,” kata Sayutin di Parigi, Selasa (31/8/2021).
Sehingga, ia ingin mensinkronkan lebih dahulu kebijakan umum anggaran (KUA). Selanjutnya membahas tentang Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
“Jadi satu saya kutip di situ terkait penurunan angka kemiskinan, peningkatan dan kesejahteraan ekonomi. Karena diasumsikan tahun 2022 Kabupaten Parimo mengalami peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Artinya, hal tersebut kata dia harus berimbang dengan anggaran, mulai dari pendapatan hingga belanjanya. “Makanya kalau saya lihat ini belum ada kesesuaian, karena kita sudah mengasumsikan tahun 2022 ada peningkatan ekonomi,” kata dia.
Sementara, di sektor pendapatan daerah ia tidak optimistis. Sebab, dalam situasi pandemi ini kata dia, pihaknya belum bisa memprediksi mengenai peningkatan ekonomi ke depan.
Olehnya, sejumlah organisasi perangkat daerah penghasil yang diberi nilai merah dari sisi penghasilan akan dipertimbangkan untuk memberikan belanja operasional.
“Jadi OPD yang dinilai merah dari sisi penghasilan ini nanti kita akan lihat, kenapa harus kita berikan dana belanja yang lebih besar, sementara pendapatannya minim, dan sanksinya adalah pengurangan anggaran,” tegasnya.
Menurutnya, belanja barang dan jasa wajib didahulukan seperti yang sampaikan oleh TAPD pada rapat tentang rancangan KUA PPAS. “Jadi belanja barang dan jasa, itu tidak wajib,” ujarnya.
Namun, jika didahukan tidak menjadi masalah. Karena belanja rutin pegawai itu juga wajib, seperti pembayaran gaji dan lainnya. “Tapi disebutkan belanja barang dan jasa wajib diselesaikan tahun 2022, tunggu dulu, makanya kalau begitu kita hapuskan dalam KUA PPAS dalam kesepakatan. Karena itu bukan wajib,” ucapnya.
Sebelumnya, disampaikan bahwa, Parigi Moutong kekurangan DAU. Kata dia, jika misalnya, APBN tidak memberikan dana bantuan untuk pembayaran gaji kepada tenaga PPPK, dengan jumlah kurang lebih 2000 orang yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 80 miliar lebih. Maka Parimo akan terjadi defisit anggaran.
“Itu, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 80 miliar lebih, berarti kita bisa terjadi defisit APBD yang luar biasa, jadi kalau dengan cara begitu tidak ada belanja modal. Dan hampir 10 persen terserap ke situ,” katanya.
Olehnya, dalam kesempatan itu, ia menegaskan untuk tidak menyebutkan belanja barang dan jasa sebagai hal yang wajib untuk diselesaikan tahun 2022. “Makanya saya belum bersepakat soal kebijakan umum anggaranya,” ujarnya.(asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital