Sabtu, 8 Agustus 2026

Hasil Perikanan Laut Melimpah, Ketersediaan Es Balok di Balut Belum Mencukupi Kebutuhan

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba memperlihatkan produk hasil olahan UMKM perikanan pada kegiatan Pasar UMKM Maroso, Kamis (9/6/2022) di halaman kantor DKP Sulteng. Foto: Abidin/PE

PALUEKSPRES, PALU– Kabupaten Banggai Laut (balut) merupakan salah satu wilayah yang sangat melimpah  hasil perikanan lautnya. Sehingga, kapal forsen banyak berlabuh di perairan Banggai Laut.

Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, kapal forsen dengan tonase di atas 10 hingga 30 Gross Ton (GT) di wilayah perairan Banggai Laut kurang lebih 70 unit. Setiap unit kapal, rata-rata kebutuhan es balok mencapai  50 hingga 100 balok kebutuhan es.

“Bisa dibayangkan kalau ada 70 kapal dengan kapasitas penangkapan bagi kapal bertonase di atas 10 GT, berapa kebutuhan es balok di wilayah Banggai Laut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng Arif Latjuba disela-sela kunjungan stand UMKM di Pasar UMKM Maroso yang digelar di halaman kantor DKP Sulteng, Kamis (9/6/2022).

Makanya, untuk menjamin ketersediaan kebutuhan es balok di Banggai, Pemprov Sulteng membangun pabrik es di Pelabuhan Perikanan Mato, Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah. Kapasitas produksinya mencapai 10 Ton per hari.

Di Banggai Laut pun telah tersedia Cold Storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan,  sebagai  upaya menjaga kualitas hasil tangkapan perikanan laut. Namun dibandingkan dengan kapasitas hasil tangkapan di wilayah itu, keberadaan pabrik Es balok ditambah dengan ketersediaan Cold Storage, belum mampu mengimbangi total produksi yang ada.     

“Rata-rata kebutuhan kapal di sana, 50 sampai 10 balok es kebutuhan es. Makanya Pemrpov Sulteng di Pelabuhan Perikanan Mato kita bangun dulu pabrik es, disamping itu sudah ada cold storage milik Pemkab Banggai Laut yang dikerjasamakan dengan salah satu koperasi di Jakarta, itu juga sudah menampung hasil. Itupun tidak cukup,” kata Arif.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital