Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

KAHMI ; “Free Fight Competition”

Muhd Nur Sangadji. Penulis adalah Assoc Prof Bidang ekologi manusia dan wakil ketua KAHMI Sulawesi Tengah/ Foto: istimewa

Oleh Muhd Nur Sangadji

Tidak salah bila hampir semua yang terpilih di Munas XI KAHMI di Palu, yang berakhir subuh ini, Minggu 27 November 2022 adalah anggota partai politik. Karena memang tidak ada larangan. Padahal, saya sudah dengar akan ada distribusi sumber daya kekayaan insaninya KAHMI.

Misalnya, sayup terpublikasi soal gender. Dari sembilan yang dicari tiga harus perempuan.

Baca juga : harapan-gubernur-sulteng-kepada-kahmi

Faktanya semuanya laki-laki. Maka, hasil Munas kita kali ini, semua presediumnya anggota partai aktif yang berjenis kelamin laki laki.

Kenapa tidak salah? Sekali lagi, sebab memang tidak ada aturan yang mencegahnya. Setiap orang atau utusan bisa memilih siapa saja yang menjadi calon. Kemudian, diurut perolehan suara terbanyak.

Lantas mengapa anggota partai yang terpilih?

Baca juga : untuk-sementara-wali-kota-palu-stop-car-free-day

Hemat saya. Pertama, hanya partai yang memiliki ikatan struktural, dan emosional hingga ke pelosok. Kalangan yang lain seperti aktivis, praktisi dan akademisi adalah elemen yang lepas. Mereka tidak punya struktur solid. Andalan mereka hanyalah kualitas plus popularitas. Dan, itu sama sekali tidak cukup.

Kedua, anggota partai politik sangat berpengalaman dalam manuver konsolidasi. Mereka lincah, tertib dan boleh jadi, senyap. Sesekali gebyar. Mereka terlatih menggerakkan sumberdaya yang dipunyai. Sedangkan, kelompok yang lain kurang energi dalam kelincahan ini.

Hal yang luput kita sadari atau antisipasi adalah mengaturnya secara tegas. Tegas tentang keterwakilan. Padahal, kita sudah punya sistem yang sangat canggih dalam pemilihan kali ini. Namanya, E-voting. Tapi, secanggih apapun, dia hanyalah alat. Alat itu tidak punya rasa. Tapi, bisa menatapkan secara akurat mengikuti asumsi yang kita bangun.

Baca juga : Bencana dan Tanggung Jawab Publik

Dalam sistem riset ilmiah, paling tidak, ada dua istilah. Homogenitas dan heterogenitas. Kita juga mengenal paling kurang, dua pola random. Keduanya di maksudkan untuk dapatkan perlakuan yang adil dalam menentukan varian yang berbeda. Syaratnya, di setarakan dahulu baharu dinilai atau dipilih. Kalau tidak, pasti tidak adil. Atau, bias untuk akurasi dalam sebuah riset.

Dalam ekologi ada istilah frekwensi dan dominasi. Jika tidak diatur, maka frekwensi dan dominansi itu akan dikendalikan oleh yang paling kuat. Supaya tidak ada yang mendominasi maka, desain risetnya yang diatur. Ada kaidah, bila objeknya heterogen, maka kita kelompokkan untuk dapatkan homogenitasnya. Pengaturannya bernama rancangan acak kelompok (group randomized design).

Tapi, kalau objeknya sudah homogen, maka tidak perlu ada pengelompokan. Pengaturannya bernama rancangan acak lengkap (completely Randomized design).

Baca juga : Pengprov Pelti Sulteng Masa Bakti 2022-2027 Akan Dilantik 12 Maret

Pada hiruk-pikuknya Munas, saya sudah dengar isu gender. Saya juga telah dengar ada keinginan keterwakilan wilah negeri dari tiga zona. Indonesia barat, tengah dan timur. Tapi, yang terakhir ini melemah karena ada prasyarat berdomisili atau KTP Jakarta dan sekitarnya. Walau syarat ini sudah kurang relevan, berkaca pada teknologi digital. Satu hal yang luput sama sekali dari pemikiran kebanyakan adalah memilah antara politisi dan non politisi.

Justru, satu satunya manusia KAHMI yang menyadari itu adalah Ahmad Ali. Petinggi partai politik asal Sulawesi Tengah yang lantang dan tegas meminta kalangan partisan (parpol) untuk tidak usah ikut menjadi presidium KAHMI. Tapi, kurang mendapat respons.

Dan sekarang, kekhawatiran Ahmad Ali ini menjadi Fakta. Dominansi anggota partai.

Bagi kita, mungkin tidak mengapa anggota partai juga ikut. Sebab, itu hak seluruh anggota KAHMI.

Baca juga : Koran-Koran Lebaran

Persoalannya, kita tidak pandai membaginya. Minimal anggota partai, non partai dan unsur gender. Interseksi ketiga dimensi ini akan menemukan keseimbangan yang harmoni. Sayang itu tidak terjadi.

Pada periode yang lalu kita punya Mba Wiwik alias Sitti Djuhro. Dia sendiri. Namun, resonansi kesungguhan dan istiqamahnya dalam berfikir dan bertindak sangat terasa. Kali ini, tidak ada siapa-siapa lagi dari kaum ini. Mungkin, mereka terlalu sibuk bertikai pada teknis Munas antar mereka (FORHATI). Sampai mereka lupa tidak punya perwakilan satu pun di Presidum KAHMI. Padahal, prasyarat 30 persen kepekaan gender itu sudah puluhan tahun di dengungkan. Bahkan barangkali, penggagas adalah kita.

Sekarang, semua sudah selesai. Munas juga telah ditutup. Hal terbaik adalah membangun keseimbangan baru, dari belakang. Mumpung masih ada jalan. Caranya, susunlah pengurus MN Nasional dengan ketat bahkan bila perlu dominan pada keterwakilan belahan negeri Indonesia. Keterwakilan perempuan. Keterwakilan kaum ilmuwan, usahawan dan NGO. Barang kali ini, bisa membantu menyeimbangkan.

Itulah sekadar saran ke depan. Tapi, saya masih tergoda untuk melihat ke belakang. Seandainya semua kegelisahan ini telah di desain dalam IT secara afirmatif sejak semula. Kita, pasti punya presidium yang tidak di dominasi satu pihak saja. Karena, persaingan telah terjadi hanya dalam perwakilan sejenis yang telah kita kelompokan. Namun, itulah keputusan kolektif. Semuanya terjadi oleh pilihan kita pada pola demokrasi bernama “Free fight competition”. Wallahu a’lam bi syawab.

(Penulis adalah Assoc Prof Bidang ekologi manusia dan wakil ketua KAHMI Sulawesi Tengah)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia