Minggu, 27 September 2026
Palu  

Membangun di Tanah ‘Orang’, Dewan Minta Pemkot Moratorium Proyek Hutan Kota

PALU,PE – Dewan Kota Palu meminta Pemkot menghentikan sementara (moratorium) proyek pengerjaan arboretum (hutan buatan,red) di kawasan sekitar lokasi bukit Jabal Nur, dekat kampus Unismuh Palu.

Proyek pembuatan hutan kota itu ternyata masih menyisakan masalah terkait status lokasi arboretum tersebut.

Permintaan dewan ini menyusul surat resmi dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng yang ditujukan kepada gubernur Sulteng dan ditembuskan kepada sejumlah instansi terkait termasuk dewan Kota Palu.

Isi surat resmi yang diterima dewan, Senin 13 Maret 2017 itu bahwa lokasi yang saat ini tengah dikerjakan pemkot dalam tahapan pematangan ternyata masih berstatus lahan milik pemprov. Pemkot mengerjakan lokasi yang ternyata belum mengantongi izin dari pemprov.

Sampai saat ini belum ada penyerahan pengelolaan lokasi tersebut  dari pemprov.
Isi surat itu lebih lanjut menjelaskan bahwa hasil rapat pada 6 Januari 2017 yang dipimpin Asisten I Pemprov dan ikuti oleh Dinas Kehutanan Sulteng menghasilkan sejumlah poin.
Di antaranya agar pelaksanaan kegiatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi arboretum itu harus terlebih dulu mengantongi alas hak terkait status lokasi.

Karena hingga saat ini lokasi seluas kurang lebih 97  ha itu merupakan milik pemprov.
Karena itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pemkot diminta untuk segera menyelesaikan status hak kepemilikan oleh pemprov.

BPKAD pun disarankan untuk memproses hak kepemilikan tersebut ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)  namun hingga kini belum dilakukan. Baru sebatas penyajian peta ukur seluas sekira 61 ha.

Status kronologis awal penguasaan lahan arboretum oleh pemprov dibuktikan dengan surat direktorat agraria tahun 1988 seluas kurang lebih 97 ha yang terdiri dari blok A seluas kurang lebih 65 ha, kemudian blok B seluas kurang lebih 32 ha. Blok A inilah yang masuk dalam lokasi rencana pengembangan hutan arboretum.

Sedangkan blok B berada di kawasan lapangan golf. Untuk itu, berdasarkan surat itu, pemkot diminta untuk mengajukan kembali ke pemprov hak pengelolaan atas lokasi tersebut yang mana sekira 10 persen dari total lahan itulah yang dikelola oleh pemkot.

Menanggapi surat pemprov, Ketua Dewan Kota Palu Moh Iqbal Andi Magga, Senin kemarin mengimbau pemkot agar menindaklanjuti surat pemprov tersebut.

“Jangan sampai ini menjadi temuan. Karena kita membiayai apa yang ternyata bukan menjadi milik kita. Apalagi sebagian proses dalam tahap awal pengerjaan lokasi itu sudah dilakukan. Berarti sudah anggaran yang digunakan pemkot,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal tidak ada yang salah dari program pemerintah yang dicetuskan Hidayat itu, yang salah adalah lokasi yang digunakan ternyata belum mengantongi izin yang legal dari pemilik lahan dalam hal ini pemprov.

“Tidak lucu kan kita membangun wilayahnya orang. Sementara kebutuhan daerah kita untuk pembangunan ini masih sangat besar. Alangkah baiknya memang harus dihentikan sampai jelas status atas lahan itu,” tegasnya.

Untuk diketahui, program arboretum ini disebut-sebut sebagai megaproyek. Karena melibatkan sejumlah pihak. Termasuk di dalamnya akademisi dari ITB.

(mrs/Palu Ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam