Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

“We Share Because We Care”

"We Share Because We Care"
Dengan senang hati ibu itu mau berfoto bersama. Lalu, ada dua pertanyaan, tiba tiba meluncur dari mulutnya. Pertama, meminta foto ini dikirim ke keluarganya di Desa Dalaka. Kedua, beliau bertanya apakah saya mau mencalonkan diri jadi Bupati atau Anggota Dewan..?. /Foto: Muhd Nur Sangadji

Oleh Muhd Nur Sangadji

“We Share Because We Care“. Jumat sore (06Jumat sore (06/01/2023) saya jumpa seorang ibu sedang istirahat. Persis di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu. Dia berkeliling kota untuk menjajakan jualannya.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad

Saya menanyakan, berapa harga satu bantal tidur? Jawab beliau, 35 ribu rupiah. Lalu, sambungnya lagi. Bila Bapak mau ambil 3 buah harganya 100 ribu rupiah. Saya ambil tiga tapi saya tetap bayar 105 ribu rupiah. Seketika dia menyela. Terima kasih. Bapak telah menyumbangkan lima ribu rupiah untuk saya. Saya pikir. Bagus juga matematika Ibu ini.

Baca juga : Aset Tadulako Yang Melapuk

Tiba-tiba terlintas fikiran untuk ambil gambar bersamanya sebagai kenangan. Maka, jadilah sebuah potret menarik. Saat mengambil gambar, saya ingin memastikan. Apakah betul, bantal bantal ini buatan masyarakat Desa Dalaka pantai barat Kabupaten Donggala? Ternyata, benar.

Baca juga : Dampak Lingkungan Terhadap Proyek

Desa ini punya kenangan khusus sebagai desa pertama yang saya kunjungi di Sulawesi Tengah pada tahun 1982. Kala itu, saya menemani pamanku Hasan Sangadji berceramah di sini. Paman sedang menjalankan misi khusus Departemen Penerangan dari desa ke desa. Inilah desa yang dipenuhi pohon kapuk. Dan, masyarakatnya adalah pengrajin bantal dan kasur yang bahan baku esensialnya adalah buah kapuk. Buah kapuk ini diolah membentuk serat, menyerupai kapas.

Baca juga : Mengapa Dosen Harus Memanjangkan Gelar?

Memang, saya sering memaksa diri membeli jajanan penjual dari kaum marjinal. Saya bilang di sebuah tulisan saya terdahulu. Carilah alasan untuk membeli. Terpaksa sekalipun. Sebab, anak dan isteri atau suaminya menunggu rezeki dari usaha sederhananya. Dan syukurlah, Tuhan menjadikan kita sebagai sumber rezeki mereka. Hal lain, mengapa kita harus membeli ? Agar, mereka tidak terjebak pada perbuatan tercela, meminta minta.

Baca juga : Kenaikan BBM dan Ancaman Negara Gagal

Dengan senang hati ibu itu mau berfoto bersama. Lalu, ada dua pertanyaan, tiba tiba meluncur dari mulutnya. Pertama, meminta foto ini dikirim ke keluarganya di Desa Dalaka. Kedua, beliau bertanya apakah saya mau mencalonkan diri jadi Bupati atau Anggota Dewan..?

Pertanyaan kedua ini membuat saya sedikit kaget. Maka, saya respons dengan sangat cepat. Saya bilang tidak. Lantas seketika, muncul banyak sekali pikiran di benak. Ada mahasiswa aktivis hijau hitam bersama saya. Moh Fadli alias Ancu, sang Ketua komisariat. Dia yang memotret. Sekaligus, mendengar pertanyaan sang ibu.

Saya minta komentar Fadli atas kejadian ini. Fadli memberikan jawaban singkat : “Masyarakat sudah punya stigma tentang kebaikan atau bantuan”. Saya kira Fadli benar. Masyarakat kita telah sering memahami sebuah kebaikan dalam makna Pencitraan. Tapi, saya pikir tidak mengapa. Luruskan saja niat.

Bahwa nanti, sebuah kebaikan membentuk citra. Tentu lebih baik. Sepanjang tidak dalam jebakan “riya'”. Maka, marilah berlomba bersedekah dengan apa yang kita punya dan dengan apa yang kita bisa. Semoga yang kita beri dengan tulus, bermanfaat bagi mahluk. Manusia maupun non manusia. Hidupkanlah semboyan; “Kita berbagi karena kita perduli” (we share because we care). Barakallah ***

(Penulis adalah Assoc Prof Bidang Ekologi Manusia.pengajar mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital