Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Pansus Sorot Rendahnya Penerimaan Perparkiran

PALU, PE – Pansus LKPj Walikota menyoroti rendahnya serapan penerimaan daerah dari sektor retribusi perparkiran di Kota Palu. Khusus untuk parkir tepi jalan, PAD dari retribusi ini hanya tercapai sebesar Rp195 juta.

Sementara titik parkir yang tercatat di Pemkot sebanyak 758 titik. Dengan tarif parkir sesuai perda retribusi jasa umum sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp3.000 untuk kendaraan roda empat.

Sorotan terhadap rendahnya PAD dari sektor retribusi ini dipertanyakan salah satu anggota Pansus, Joppy Alvi Kekung. Politisi PDI-P itu mengungkapkan kemirisannya atas penerimaan itu.

“Jadi hitung-hitungnya dari 758 titik itu, sehari yang masuk kas daerah itu tidak sampai seribu rupiah. Ini bagaimana. Malah sektor parkir ini justru ditopang oleh parkir berlangganan yang malah capaiannya sampai Rp2 miliar,” ujat politisi PDI-Perjuangan itu.

Kritikan yang sama terhadap kinerja Dishub Kota sebagai leading sector pungutan ini, juga disampaikan anggota Pansus yang lain, Ridwan Alimuda. Menurutnya, hal yang perlu ditelusuri lebih dalam soal rendahnya serapan penerimaan dari sektor parkir.

Menurut Ridwan Alimuda, rendahnya serapan itu, karena terlalu banyak kebocoran akibat lemahnya pengawasan Dishub.

“Ini yang harus dibenahi Dishub. Terlalu banyak singgah dulu dari juru parkir ke pengawas dan seterusnya sehingga banyak juga kebocorannya sebelum ke kas daerah,” ujar Ridwan.

Menanggapi itu, Kadishub Kota, Setyo Susanto berdalih rendahnya serapan penerimaan retribusi parkir karena besarnya beban pemkot untuk membiayai juru parkir yang jumlahnya setaraf dengan titik parkir, 758 orang.

Besarnya jumlah juru parkir ini kata dia yang membebani daerah.

“Saya bisa pak untuk memberikan Rp4 miliar dari parkir hanya dengan sekitar duaratusan juru parkir. Tapi, pertanyaanya yang limaratusan juru parkir lain mau dibuang kemana? Mau cari penghasilan kemana mereka?, kasihan Pak,” kelitnya.

Untuk itu, kata dia yang dilakukan pemerintah ke depan adalah membenahi juru parkir yang ada untuk mencegah kebocoran yang lebih besar dari sektor ini. Dishub pun kata dia akan melakukan penambahan titik parkir dengan membuat kantong-kantong parkir baru.

Pengembangan titik parkir yang dimaksudnya dengan mengelola lahan-lahan kosong sebagai titik parkir. Salah satu titik yang ditargetkan yakni lokasi-lokasi pasar baru yang dikembangkan.

“Karena itu kami minta ke Disperingdag kalau bisa ketika buat pasar tolonglah dikoordinasikan dengan kami soal lahan parkirnya. Sehingga jangan sampai lahan warga yang dipakai. Ini tentu akan sulit bagi kami untuk mengelola perparkirannya karena itu milik warga,” ujarnya.

(mrs/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital