Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

FGD Selat Makassar Summit 2024, Kepala DKP Sulteng Paparkan Konsep Pemanfaatan Ruang Laut

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba memaparkan konsep pemanfataan ruang laut pada FGD Selat Makassar Summit 2024, Selasa (23/7/2024), di Hotel Sutanraja Palu. Foto: Abidin

Palu, PaluEkspres.com – Saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menggagas langkah pengelolaan Kawasan Selat Makassar secara Bersama dengan provinsi-provinsi lainnya yang bersinggungan untuk lebih meningkatkan pencapaian target pembangunan makro yang akan memberikan dampak pada penguatan fondasi ekonomi daerah menunjang IKN.

Untuk lebih mematangkan Langkah pengelolaan Selat Makassar secara Bersama dengan provinsi-provinsi lainnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terlebih dahulu melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) Selat Makassar Summit 2024.

Pada kegiatan ini seluruh kabupaten dan kota se-Sulteng dilibatkan sebagai langkah koordinasi dan kolaborasi untuk membangun komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya pengelolaan sumber daya kemaritiman dan investasi, pusat pertumbuhan ekonomi kelautan dan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara melalui pembangunan infrastruktur konektivitas yang merata dan berkeadilan.

FGD yang mengusung tema “Membangun kerjasama pemerintahan antar kabupaten dan kota se-Provinsi Sulawesi Tengah di kawasan Selat Makassar sebagai wujud dukungan terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN)”ini, juga untuk memperoleh masukan dan data-data yang berguna untuk penguatan pada pembahasan pengelolaan Kawasan Selat Makassar nantinya.

Makanya, pada FGD yang menghadirkan narasumber dari kepala OPD terkait serta akademisi. Di antaranya, Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba, Kepala BRIDA Sulteng Farida Lamarauna, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto, Kadis Pariwisata Sulteng, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan.

Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba saat memaparkan materinya menjelaskan, konsep pemanfaatan ruang darat harus terintegrasi dengan kebijakan pemanfaatan ruang laut.

Misalnya dengan pembangunan IKN dan potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulteng, termasuk tambang galian C, masuk ke Kalimantan bukan menggunakan pesawat. Tapi memanfaatkan ruang laut.  

“Saat ini saja, mobilisasi kapal-kapal pengangkut hasil sumber daya alam dari Sulteng ke Kalimantan terus berlangsung,” ujarnya.

“Intinya untuk pemanfaatan ruang laut harus memiliki perizinan dasar, kalau di darat namanya KKPR, kalau di laut namanya KKPRL,” tambahnya.

Mobilisasi dengan menggunakan ruang laut juga akan terjadi di sektor kelautan dan perikanan. Hasil perikanan tangkap yang diperoleh nelayan di wilayah perairan Teluk Palu dan Selat Makassar, akan terdistribusi ke IKN dengan menggunakan ruang laut.

Dan dukungan untuk pengiriman ikan ke Kalimantan, sepanjang wilayah Teluk Palu hingga laut Sulawesi, terdapat sejumlah pelabuhan perikan. Selain itu, juga terdapat Pelabuhan perikanan Pantai yang siap menjadi pintu gerbang mengangkut hasil tangkapan nelayan menuju luar provinsi, terutama ke IKN.

Sebagai ilustrasi lanjutnya, jumlah transaksi perikanan dengan Kalimantan pada tahun 2020 kurang lebih 7.596 ton ikan. Jumlah transaksi tersebut  pada setiap tahun berfluktuasi, akibat pengaruh cuaca sehingga  dilakukan pengetatan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan local terlebih dahulu.

“Ke depan pada 2025, pola penangkapan ikan terukur berbasis kuota oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital